Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2024 | 06.00 WIB

Kemenpora Gelar Program Muda Memilih Santri Ngaji Politik

Program Muda Memilih: Santri Ngaji Politik digelar Asisten Deputi Wawasan Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora. - Image

Program Muda Memilih: Santri Ngaji Politik digelar Asisten Deputi Wawasan Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora.

JawaPos.com–Pemuda Indonesia semakin menyadari pentingnya pemahaman yang mendalam tentang politik dan kenegaraan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

Menyikapi tantangan itu, program Muda Memilih: Santri Ngaji Politik digagas Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melalui Asisten Deputi Wawasan Pemuda Kemenpora. Program itu untuk meningkatkan wawasan pemuda, terutama para santri muda, dalam bidang politik.

”Fokusnya pada internalisasi pemahaman politik yang damai dan menjaga keharmonisan integrasi bangsa, terutama pasca pemilihan presiden dan wakilnya serta menyongsong Pilkada 2024,” papar Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh.

Dia menjelaskan, program dirancang khusus untuk mengedukasi pemuda. Terutama santri dan mahasiswa mengenai isu-isu politik yang relevan dan mendasar. Melalui serangkaian kegiatan seperti talk show dan forum diskusi, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang politik serta pentingnya peran mereka dalam proses politik di Indonesia.

”Politik kebangsaan memberikan kelonggaran pada perangkat digitalisasi sehingga jarak dalam silaturahmi komunikasi tidak menjadi hambatan,” ujar Asrorun Niam Sholeh.

Menurut dia, santri memiliki peran strategis dalam mengisi ruang politik. Baik sebagai subjek maupun objek pembangunan.

”Penting bagi mereka untuk memahami politik praktis, sebagai bagian dari perjuangan untuk membangun bangsa. Ketika santri acuh pada politik, dia akan dipolitisir dan menjadi objeknya,” terang Asrorun Niam Sholeh.

Menurut dia, politik tidak hanya sekadar currency dan kekuasaan. Politik praktis memberi peran sesuai tugas dan visi misi sesuai tujuan yang bisa dimanfaatkan untuk suatu kemaslahatan dan kepentingan untuk mewujudkan keadaban publik.

”Serta memastikan hak-hak warga negara dalam berbagai akses yang bisa dipenuhi tanpa hambatan memadai, itu juga bagian dari politik,” tutur Asrorun Niam Sholeh.

Dia menambahkan, politik praktis menentukan kepemimpinan dan public policy dalam berbagai bidang untuk memilah prioritas mana yang didahulukan.

Santri Ngaji Politik #1 dan #2 digelar pada 15 dan 22 Maret dengan tema Politik Sarungan: Peran Pemuda Dalam Integrasi Bangsa Pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024. Acara Santri Ngaji Politik #3 dengan tema yang sama akan diselenggarakan di Jawa Timur pada April.

Diperkirakan 900 peserta dari berbagai unsur pemuda, termasuk santri pondok pesantren, organisasi pemuda, dan mahasiswa, akan turut serta. Untuk memastikan akses bagi peserta dari berbagai wilayah, acara akan disiarkan secara daring melalui platform media sosial Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda.

Sementara itu Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag, menegaskan, santri harus melek politik agar mampu meminimalisir pengaruh sepihak. Selain itu, agar mampu memperjuangkan kepentingan umat secara lebih efektif.

”Peran Islam dalam politik, Islam memiliki corak politik sendiri, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa,” terang Nizar.

Asisten Deputi Wawasan Pemuda Edi Nurinda berharap program itu tidak hanya memberikan pencerahan kepada generasi muda. Tapi juga menghasilkan kontribusi yang nyata dalam pembangunan bangsa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore