
Ilustrasi KPK. Dok JawaPos
JawaPos.com - Pelaksana tugas harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Idris Froyoto Sihite mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya, Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM itu diperiksa pada hari ini, Kamis (30/3).
Keterangannya dibutuhkan untuk menambah alat bukti dalam proses penyidikan dugaan korupsi tunjangan kinerja (tukin) di Kementerian ESDM.
"Terkait Plh Dirien Minerba apakah hari ini jadi datang atau tidak, hari ini memang terjadwal dimintai keterangan tapi sampai sore hari ini yang bersangkuyan tidak bisa hadir," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/3).
Asep memastikan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Idris Froyoto Sihite. Sebab, keterangannya dianggap penting dalam proses penyidikan ini.
"Tentunya nanti kami akan lakukan pemanggilan ulang agar yang bersangkutan juga bisa hadir. Karena mungkin hari ini ada kegiatan, kita tunggu," ucap Asep.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri sebelumnya menatakan, telah menetapkan tersangka terkait penyidikan dugaan korupsi di Kementerian ESDM. Lembaga antirasuah diduga menetapkan 10 orang tersangka terkait pembayaran uang tunjangan kinerja selama tahun 2020-2022.
"Yang ESDM kami pastikan tersangkanya lebih dari satu orang dan ini terkait tadi pemotongan tunjangan tunjangan kinerja," ucap Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/3).
Ali menduga, keuangan negara dirugikan puluhan miliar akibat praktik rasuah di Kementerian ESDM itu. Namun, KPK belum mau mengungkap pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Sejauh ini berkisaran sekitar puluhan miliar. Uangnya kemudian diduga dinikmati oleh para oknum ini yang kemudian penggunaannya juga diduga untuk keperluan pribadi masing-masing," papar Ali.
Juru bicara KPK bidang penindakan itu menyebut, uang tunjungan kinerja itu dinikmati oleh pribadi dari masing-masing tersangka. Bahkan diduga telah dibelanjakan sejumlah aset.
"Ada pembelian aset, kemudian ada juga untuk operasional gitu ya, termasuk dugaannya dalam rangka untuk pemenuhan proses-proses pemeriksaan oleh BPK," pungkas Ali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
