Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Maret 2024 | 15.35 WIB

Kucuran Dana Indonesiana Dorong Seniman Semakin Giat Berkarya dan Berinovasi

Seniman nasional Yusuf Oeblet (kanan) salah satu peraih Dana Indonesiana (kanan). Hilmi/Jawa Pos - Image

Seniman nasional Yusuf Oeblet (kanan) salah satu peraih Dana Indonesiana (kanan). Hilmi/Jawa Pos

 
JawaPos.com - Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menjelaskan Dana Indonesiana merupakan bagian dari program Merdeka Berbudaya. Selain dalam bentuk Dana Indonesiana, juga ada program lain yaitu Sekolah Lapang. Tujuan utama dari program Merdeka Berbudaya adalah pemajuan kebudayaan Indonesia. 
 
Seiring dengan perjalanan waktu, program Merdeka Berbudaya dinilai telah berhasil membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan pemajuan kebudayaan di Indonesia. Hilmar mengatakan lewat kucuran pendanaan dari Dana Indonesiana, berhasil memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia. 
 
Contoh kongkritnya adalah berbagai proyek kebudayaan sudah diluncurkan. Meliputi produksi seni, riset kebudayaan, sampai dengan partisipasi dalam forum kebudayaan dunia. "Kegiatan-kegiatan itu menjadi pendorong bagi para seniman dan budayawan Indonesia untuk semakin giat berinovasi serta meningkatkan kreativitasnya," katanya Jumat (8/3).
 
 
Diantara seniman yang memperoleh kucuran Dana Indonesiana adalah Yusuf Oeblet lewat  Padepokan Yusuf Oeblet Bumi Seni Tarikolot. Dia menceritakan Dana Abadi Kebudayaan merupakan sesuatu yang mereka perjuangkan sejak lama. Puncaknya pada Kongres Kebudayaan yang digelar pada 2018 lalu.
 
Menurut Oeblet, Dana Abadi Kebudayaan dan turunannya yaitu Dana Indonesiana merupakan wujud hadirnya negara di sektor kebudayaan. ’’Bagaimana negara hari memberikan perhatian besar pada urusan kebudayaan. Baru ada di Indonesia pendanaan seperti ini,’’ katanya.
 
Untuk itu dia menyampaikan Dana Abadi Kebudayaan harus terus dipertahankan. Termasuk untuk pemerintahan yang baru nanti. Pasalnya dia mendengar selentingan-selentingan bahwa Dana Abadi Kebudayaan akan digunakan untuk urusan lainnya. 
 
 
Kang Oeblet mengatakan untuk pertama kali, pemerintah menggelontorkan Dana Abadi Kebudayaan sekitar Rp 5 triliun pada 2018 lalu. Kemudian hasil pengelolaan dana abadi itu, disalurkan ke pelaku budaya dan kesenian. Tidak ada batasan. Seluruh bidang kesenian dan kebudayaan yang ada sepuluh bidang itu, bisa mengakses pendanaan Dana Indonesiana.
 
Meskipun begitu Kang Oeblet menegaskan bahwa ada atau tidaknya kucuran dana dari negara, para seniman atau budayawan sejatinya sudah menunjukkan eksistensinya. Tetapi dengan adanya pendanaan itu, mereka bisa semakin luas dikenal masyarakat. Lewat beragam pertunjukan seni dan budaya yang mereka ciptakan.
 
Kang Oeblet sendiri mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 1,1 miliar. Kucuran itu untuk kategori Dukungan Institusional. Dana tersebut dikucurkan kepada Yayasan Bumi Seni Tarikolot Padepokan Seni Yusup Oeblet. Ada juga kucuran dana yang diperuntukkan pada pertunjukan karya seni dan kebudayaan. ’’Harapan saya ke depan peruntukan Dana Indonesia bisa semakin diperluas,’’ katanya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore