Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 November 2022 | 15.30 WIB

DPR Minta Kemenkes Turunkan Tenaga Medis Cadangan Bantu Korban Gempa

KESAKITAN: Para korban gempa yang membutuhkan perawatan medis dievakuasi di halaman RSUD Cianjur kemarin (RADAR BOGOR) - Image

KESAKITAN: Para korban gempa yang membutuhkan perawatan medis dievakuasi di halaman RSUD Cianjur kemarin (RADAR BOGOR)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta Pemerintah segera menurunkan tenaga kesehatan tambahan untuk membantu korban terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Terlebih, Kementerian Kesehatan memiliki program tenaga cadangan kesehatan di bawah Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Meski saat ini proses tenaga cadangan kesehatan tengah pada fase pendataan, hal ini seharusnya tidak menghalangi pergerakan semua elemen di luar pemerintah untuk membantu penanganan krisis kesehatan di Cianjur," kata Kurniasih kepada wartawan, Rabu (23/11).

Kurniasih mengungkapkan, kejadian gempa di Cianjur juga bisa sekaligus sebagai bagian koordinasi secara terpusat semua elemen kesehatan yang turun di lapangan dengan komando dari Kemenkes dan BNPB. Mengingat, penting pelibatan semua elemen dalam menangani pascagempa.

"Pada fase evakuasi ini penting melibatkan semua elemen. Laporan yang masuk banyak korban luka fraktur tulang sehingga perlu tindakan operasi yang membutuhkan fasilitas dan sumber daya kesehatan yang tidak sedikit," kata Kurniasih dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Kurniasih juga meminta semua bangunan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dilakukan penilaian terkait kelayakan. Jika ada yang tidak layak, segera dibuat pengganti tempat fasilitas kesehatan darurat seperti Rumah Sakit Lapangan.

"Melihat laporan korban jiwa dan korban luka cukup banyak dan pengalaman traumatik, pada fase ini memang perlu didorong berdirinya fasilitas kesehatan darurat yang mendukung fasilitas kesehatan yang masih beroperasi. Penilaian kelayakan penting sekali dilakukan karena masih terjadi gempa susulan hingga kini," papar Kurniasih.

Politisi PKS ini pun menyampaikan bela sungkawa kepada korban serta keluarga dan warga yang terdampak. Selain kebutuhan medis fisik, Kurniasih juga mengingatkan pentingnya layanan psikososial karena banyak warga yang mengalami pengalaman traumatik.

"Penyembuhan dari sisi psikososial tidak kalah penting dari sisi penyembuhan fisik. Semoga korban yang dirawat segera mendapat kesembuhan," papar Legislator Dapil DKI Jakarta II ini.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data korban terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, sebanyak 268 orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11) kemarin.

"268 korban jiwa meninggal dunia," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Selasa (22/11).

Sementara itu, 151 orang dilaporkan hilang dan masih dalam tahap pencarian. Tim gabungan melakukan penyisiran dari reruntuhan akibat gempa yang menimbulkan longsor di lokasi terdampak.

"Sementara itu 1.083 jiwa mengalami luka-luka dan 58.362 warga harus mengungsi," ungkap Suharyanto.

Menurut Suharyanto, gempa yang berpusat di Cianjur itu berdampak pada 12 kecematan. Sejumlah kecematan itu di antaranya Cianjur, Karang Tengah, Warung Kondang, Ciderong, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojong Picung, Cikalong Kulon, Sukaluyu dan Pacet.

"22.198 rumah rusak di antaranya, 6.570 rusak ringan, 2.071 rusak sedang dan 12.641 rusak berat," pungkas Suharyanto.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore