Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2024 | 22.28 WIB

Dandhy Laksono Jawab Pertanyaan Netizen Soal Dirty Vote, Kenapa Selalu Pemilu?

Dandhy Laksono Jawab Pertanyaan Netizen Soal Dirty Vote, Kenapa Selalu Pemilu. (YouTube Indonesia Baru) - Image

Dandhy Laksono Jawab Pertanyaan Netizen Soal Dirty Vote, Kenapa Selalu Pemilu. (YouTube Indonesia Baru)

JawaPos.com – Jurnalis senior sekaligus sineas dokumenter, Dandhy Laksono, belakangan jadi sorotan publik setelah film dokumenter Dirty Vote berjudul ‘Sebuah Desain Kecurangan Pemilu 2024’ rilis pada Minggu (11/2) lalu.

Dandhy Laksono yang berlaku sebagai sutradara, mengawal penjelasan tiga Pakar Hukum Tata Negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Feri Amsari dan Bivitri Susanti, tentang kecurangan pemilu 2024 yang konon sudah diatur sejak awal.

Dirty Vote berhasil menyedot animo masyarakat secara luar biasa. Terlebih, film kliping ini dirilis di masa tenang pemilu 2024. Wajar saja, Dandhy Laksono turut diseret dalam pelbagai pro dan kontra netizen.

Pasalnya, Dirty Vote bukan karya pertama Dandhy Laksono yang dirilis di momen pemilu. Sebelumnya, bersama rumah produksi Watchdoc, Dandhy merilis sejumlah film hampir serupa di tengah hangat-hangatnya situasi pemilu.

Sebut saja film ‘Yang Ketu7uh’ pada 2014. Film ini disebut-sebut sebagai film fenomenal lantaran mengulik perjalanan pilpres, yang kala itu mengadu pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan Jokowi – Jusuf Kalla.

Kemudian pada 2019 lalu, Watchdoc kembali menggegerkan publik dengan rilisnya film dokumenter berjudul ‘Sexy Killers’.

Sexy Killers yang juga dirilis di masa tenang pilpres 2019, menampilkan investigasi Dandhy dan tim tentang proses proses penambangan batu bara di Kalimantan, hingga dibakar di PLTU untuk menjadi listrik yang menyebabkan dampak lingkungan dan kesehatan.

Film tersebut detail menceritakan bagaimana industri batu bara berdampak pada warga, terutama nelayan dan petani.

Parahnya, perputaran pengolahan tambang ini ternyata menjadi ladang bisnis bagi sejumlah pejabat publik yang kala itu tampil dalam pilpres 2019, yakni Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Kemudian yang terbaru, Dirty Vote, menjadi guncangan cukup kencang di tengah ketenangan panggung politik tanah air menjelang pemilu 2024 pada 14 Februari besok.

Mengapa Selalu Menjelang Pemilu?

Dandhy Laksono tak menampik banyaknya kritikan yang datang padanya selaku pemilik ide di balik deretan film kontroversial itu.

Lewat video wawancara yang diunggah di kanal YouTube Indonesi Baru, Dandhy pun buka suara ihwal mengapa film-film semacam ini selalu rilis menjelang pemilu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore