Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2024 | 21.56 WIB

Kampanye Terakhir Amin, Anies-Muhaimin, Para Pendukung dan Tokoh Nasional Harus Jalan Kaki 4 Km Menuju JIS

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar menyapa pendukungnya kampanye akbar di Stadion Untung Suropati, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (8/2/202 - Image

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar menyapa pendukungnya kampanye akbar di Stadion Untung Suropati, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (8/2/202

JawaPos.com - Untuk bisa sampai di Jakarta International Stadium (JIS), para tokoh partai politik pengusung capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) harus berjalan kaki cukup jauh. Bahkan, Muhaimin berjalan sejauh 3,5 kilometer. Sementara, Anies berjalan selama dua jam untuk sampai di JIS.

Pengalaman senada dirasakan Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla bersama istrinya, Mufidah Jusuf Kalla. Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni pun demikian. Dia berjalan dua jam dari rumahnya yang hanya berjarak 5 kilometer dari JIS.

Berdasar pantauan Jawa Pos, kampanye terakhir Amin bertajuk Kumpul Akbar untuk Perubahan itu diperkirakan dihadiri ratusan ribu, bahkan satu juta, pendukung. Massa tidak hanya menyemut di dalam stadion, tetapi juga di luar area sekitar JIS. Bahkan sejak sebelum rangkaian acara dimulai pukul 06.00 WIB.

Namun, kepadatan dan kemacetan yang sempat terjadi tersebut membuat Anies-Muhaimin semakin bersemangat. Keduanya naik ke panggung utama pada pukul 10.30 WIB. Mereka yang kompak mengenakan setelan kemeja putih dan bawahan hitam itu langsung menyapa pendukung yang memenuhi area tribun dan lapangan.

Setelah menyapa pendukung, Muhaimin membuka orasinya dengan mengajak semua yang hadir untuk bersalawat. Dengan suara yang sedikit serak, dia menyebut masyarakat yang hadir di JIS sebagai pejuang perubahan. ”Semua yang hadir di sini adalah orang-orang yang ikhlas datang dengan penuh kerelawanan,” ujarnya.

Dalam orasinya, ketua umum PKB itu menggaungkan gerakan untuk menolak segala bentuk kecurangan pemilu. ”Kalau ada yang curang, kita slepet,” katanya.

”Harapan perubahan adalah wujud nyata keinginan rakyat,” tegas Cak Imin.

Orasi kemudian dilanjutkan Anies. Sebelum memulai, mantan gubernur DKI Jakarta itu sempat menyapa para elite parpol Koalisi Perubahan yang hadir di JIS. Mulai Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri, hingga Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais. Tidak ketinggalan, Anies menyapa Jusuf Kalla.

Dalam orasinya, Anies menjelaskan alasan memilih JIS menjadi venue kampanye terakhir. Menurut dia, stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut merupakan mahakarya yang dibangun 100 persen oleh orang-orang Indonesia. Kerja keras anak bangsa itu disebut melahirkan mahakarya yang membuat mata dunia terpesona.

Di tengah orasi, Anies sempat membaca sejumlah tulisan di spanduk yang dibawa warga. Salah satunya tertulis, ”Kami datang tanpa kepentingan, kami datang menginginkan perubahan”. Selain itu, Anies membaca spanduk bertulisan, ”Kami melanggar larangan istri untuk sampai di JIS, tapi kami bukan melanggar konstitusi”.

Anies menyebut, spanduk-spanduk tersebut merupakan harapan menginginkan perubahan.

Di hadapan ratusan ribu pendukung dan simpatisan, Anies kembali menegaskan bahwa dirinya bersama Muhaimin bertekad melakukan perubahan. Salah satunya terkait dengan aspek ketimpangan.

Ketimpangan ekonomi tersebut, kata Anies, tidak bisa dibiarkan. Dia bertekad memperjuangkan kesetaraan bagi masyarakat.

Meski begitu, Anies mengajak pendukungnya menghadapi kondisi tersebut dengan welas asih. Untuk mempertegas ajakan itu, Anies mengutip falsafah masyarakat Jawa ”sura dira jaya ningrat, lebur dening pangastuti” (setiap angkara murka akan luluh dengan kesabaran dan kelembutan). ”Tetapi, bila mereka melakukan kecurangan, kita siap melawan,” tegasnya.

Seusai orasi, Anies dan Muhaimin saling berpelukan. Dari kejauhan, dua alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu tampak meneteskan air mata. (tyo/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore