Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 19.40 WIB

Beredar Koran Lama Berisi Kasus Prabowo saat 1998, TKN: Cara Lama untuk Menjatuhkan

Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan jajaran petinggi Gerindra lainnya menyampaikan keterangan kepada wartawan usai perayaan HUT ke-16 partai mereka di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (6/2/2024). - Image

Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan jajaran petinggi Gerindra lainnya menyampaikan keterangan kepada wartawan usai perayaan HUT ke-16 partai mereka di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (6/2/2024).

 
JawaPos.com - Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto kembali mendapat serangan. Kali ini beredar cetakan koran lama tentang kasus dugaan pelanggaran HAM pada era reformasi yang diduga melibatkan Prabowo.
 
Beberapa lembar artikel koran pada periode 1998 ditempel oleh pihak yang belum diketahui di halte bus wilayah Jakarta, seperti di Halte Cipta. Artikel yang dipampang berisi berita-berita tentang Prabowo yang diduga menculik 9 aktivis pada 1998, hingga Prabowo diberhentikan dari TNI.
 
Artikel ini merupakan karya media cetak nasional. Karya jurnalistik tempo dulu ini dicetak ulang dengan ukuran besar dan ditempel di dinding halte.
 
 
Komandan TKN Golf Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono menilai tindakan seperti ini bertujuan untuk mendeskreditkan Prabowo. Cara-cara semacam ini sudah berulang kali dipakai.
 
"Saya rasa itu cara lama yang dipakai untuk menjatuhkan apa yang menjadi harapan masyarakat secara nyata," kata Budi di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).
 
Keponakan Prabowo ini menyampaikan, animo masyarakat terhadap Prabowo saat ini begitu besar. Dukungan dari masyarakat pun terus mengalir.
 
"Kita melihat di mana-mana Prabowo kampanye, kita tidak perlu mengeluarkan undangan tapi masyarakat secara tulus menunggu kedatangan Prabowo sampai ke titik dia kampanye," jelasnya.
 
Budi menduga kondisi tersebut membuat kelompok tertentu tidak suka. Sehingga menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Prabowo. 
 
"Pasti ada pihak-pihak terancam, terganggu dukungan rakyat yang cukup besar, sekali lagi ini tinggal 6 hari lagi, kami mengedepankan kampanye yang sejuk, penuh kedamaian kita mau memberikan solusi gagasan program secara nyata dengan cara nyata dengan cara baik untuk kedewasaan demokrasi Indonesia," pungkasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore