Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Oktober 2022 | 21.56 WIB

BMKG Pantau Gempa Susulan di Tapanuli Utara Tak Meluas ke Danau Toba

DI TENDA DARURAT: Seorang ibu menemani anaknya yang terluka akibat gempa bumi di Tapanuli Utara kemarin (1/10). (ANTARA) - Image

DI TENDA DARURAT: Seorang ibu menemani anaknya yang terluka akibat gempa bumi di Tapanuli Utara kemarin (1/10). (ANTARA)

JawaPos.com – Gempa tektonik mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kemarin (1/10) pukul 02.28 WIB. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa gempa dengan magnitudo 5,8 tersebut.

Kepala Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memaparkan, episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 2,11° LU, 98,83° BT atau tepatnya berlokasi di wilayah darat Tapanuli Utara pada kedalaman 10 km. Memperhatikan wilayah episentrum dan kedalaman hiposentrum, gempa bumi tersebut termasuk gempa bumi dangkal. ”Gempa bumi terjadi akibat aktivitas sesar besar Sumatera segmen renun dengan mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” paparnya dalam temu media secara daring kemarin.

Dampak gempa dirasakan di daerah Tarutung dengan skala intensitas VI MMI. Artinya, getaran dirasakan semua penduduk hingga membuat mereka lari keluar rumah. Getaran juga dapat merusak dinding dan tegakan meski kerusakan masuk kategori ringan.

Lalu, dampak dengan skala intensitas V MMI dirasakan di daerah Sipahutar. Pada skala intensitas itu, besaran gempa digambarkan dengan apabila orang tidur, banyak yang terbangun. Selanjutnya, di daerah Singkil dengan skala intensitas IV MMI serta daerah Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan truk berlalu.

Akibat gempa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Sembilan orang lainnya luka-luka. Kemudian, lima bangunan roboh.

Dwikorita mengimbau masyarakat tetap tenang dengan terus memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Dia juga meminta masyarakat yang tempat tinggalnya rusak sebagian atau miring untuk tidak tinggal di dalam rumah. Sebab, bisa terjadi kerusakan lebih berat saat gempa susulan.

Hingga pukul 10.00 WIB, tercatat telah terjadi 68 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,1 sebanyak dua kali. ”Dari hasil pemodelan yang dilakukan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tapi, tetap waspada terhadap kawasan perbukitan atau lereng tebing karena gempa susulan masih mungkin terjadi serta dapat memicu longsoran dan runtuhan batu,” paparnya.

Selain itu, pihaknya terus memonitor gempa susulan, termasuk apakah gempa dapat meluas ke Danau Toba. Saat ini, lanjut dia, titik merah mengarah ke barat selatan. Namun, untuk sementara tidak terdeteksi ke arah Danau Toba. ”Sebaran gempa susulan ini lebih konsentrasi ke wilayah Tarutung, Toru, dan sekitarnya, bukan mengarah ke Danau Toba,” ungkapnya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, seorang warga meninggal dunia akibat gempa bumi kemarin. Laporan visual sementara yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, beberapa warga yang mengalami luka di bagian kepala sudah mendapatkan perawatan intensif. ”Adapun kerusakan maupun keseluruhan korban luka dan lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh BPBD bersama lintas instansi terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) merespons cepat penanganan penyintas gempa bumi di Tapanuli Utara. Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, jajaran Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Sentra Insyaf Medan langsung bergerak untuk mendistribusikan logistik.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore