
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) bersama tim Persebaya U-13. Pemkot Surabaya for JawaPos
JawaPos.com–Setelah digelar mulai 24 Agustus, akhirnya Kejuaraan Soeratin U-13 dan U-15, memasuki babak final. Puncak final pertandingan sepak bola memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya itu, digelar di Gelora Putra Lakarsantri Surabaya, Minggu (11/9).
Pertandingan final Piala Soeratin U-13 antara Bhayangkara FC dengan Persebaya, berlangsung sangat sengit. Meski pada akhirnya pertandingan dimenangkan Persebaya U-13 melalui adu penalti.
”Ini menunjukkan pertandingan yang berimbang antara Persebaya dan Bhayangkara FC. Kita mempunyai talenta-talenta yang luar biasa di usia 13 tahun,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali kota mengaku, sempat terpacu adrenalinnya saat menyaksikan langsung final Kejuaraan Piala Soeratin pada U-15. Beberapa kali, dia berdiri dari tempat duduk saat tensi pertandingan antara PS Pelindo melawan PS Fatahillah meningkat.
”Di situ sudah menunjukkan permainan kekompakan tim, saling jual beli serangan. Itu sangat menaikkan adrenalin kita, sampai saya berdiri tadi,” ucap Eri.
Melihat banyaknya talenta berbakat pada bidang sepak bola, Eri meyakini, ke depan Surabaya bakal semakin menjadi kota dengan segudang prestasi olahraga. Khususnya pada bidang olahraga sepak bola.
Dia juga menyatakan, Kejuaraan Soeratin kali ini, sekaligus sebagai ajang pembuka Kualifikasi Piala AFC U-20 pada 14-18 September di Gelora Bung Tomo (GBT). GBT akan menjadi venue pertandingan Grup F yang diisi Timnas Indonesia U-19, Hongkong, Vietnam, dan Timor Leste.
”Insya Allah dengan pertandingan ini adalah pembuka untuk Piala AFC pada 14 -18 September. Jadi, saya berharap juga untuk seluruh masyarakat Surabaya dan di luar Surabaya, ayo kita dukung Timnas Indonesia,” tutrur Eri.
Ketua Umum Asosiasi PSSI Kota (Askot) Surabaya Maurits Bernard Pangkey menyampaikan, Kejuaraan Piala Soeratin bersinergi dengan Pemkot Surabaya dan Persebaya. Melalui sinergi yang terjalin, akan lebih banyak melahirkan bibit pesepak bola baru dengan kualitas lebih baik dari sebelumnya.
”Saya yakin, ke depannya talenta-talenta muda di Surabaya ini akan lebih meningkat, baik itu kualitas (pemainnya) maupun pertandingannya,” kata Maurits.
Menurut dia, kompetisi yang berkualitas otomatis menghasilkan para pemain yang berkualitas. ”Jadi, itu goal kami membuat kompetisi yang berkualitas. Sehingga pembinaan usia dini berjalan baik. Semoga yang lolos dari kompetisi Askot Surabaya ini bisa lolos ke Timnas, memperkuat Surabaya di Porprov Jatim pada PON (Pekan Olahraga Nasional),” ujar Maurits.
Maurits menambahkan, pada 2022, Piala Soeratin diikuti 38 tim untuk U-13. Sedangkan pada U-15 diikuti sekitar 53 tim. Selanjutnya, untuk dua tim pemenang U-13 dan tiga tim U-15, akan melaju ke tingkat Jatim.
”Mudah-mudahan dari tiga tim U-15 dan dua tim pada U-13, ada yang lolos ke nasional mewakili Jawa Timur,” ucap Maurits.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
