Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 16.00 WIB

Benarkah Kesuksesan Anak Tergantung doa Orang Tua? Berikut Penjelasan dan Doanya!

Ilustrasi orangtua dan anak./Pinterest - Image

Ilustrasi orangtua dan anak./Pinterest

JawaPos.Com - Doa orang tua kepada anak menjadi salah satu hal yang terlihat sederhana namun memiliki kekuatan begitu dahsyat.

Mendoakan kebaikan anak agar senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat, bisa dibilang telah menjadi kewajiban.

Tak hanya upaya secara fisik, dalam mewujudkan hal tersebut, orang tua harus sepenuhnya sadar bahwa menyokong kesuksesan  dengan berdoa pun menjadi kewajiban.

Pasalnya anak merupakan buah hati yang dititipkan oleh Allah agar bisa dididik menjadi hamba yang taat beragama dan berbudi baik. 

Di dalam agama Islam juga telah dijelaskan, salah satu cara mencapai harapan-harapan adalah berikhtiar dengan doa.
 
Selain itu, doa orang tua sangat diperlukan bagi pertumbuhan kepribadian anak-anaknya.
 
Karena memiliki anak dan keturunan yang diharapkan tidaklah sekadar sebagai generasi penerus saja, akan tetapi harus berkualitas, memiliki kepribadian yang luhur lahir dan batin. 
 
Diambil dari website muslim.or.id menjelaskan bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan oleh Allah di dalam Al Qur’an. Doa untuk kebaikan anak yang Allah sebutkan dalam Al Qur'an antara lain:

Pertama, doa para ‘Ibadurrahman dalam Al Qur’an
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqan: 74).

Kedua, doa Nabi Zakariya ‘Alaihis salam
فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

“Anugerahilah kepadaku dari sisiMu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian) dari sebagian keluarga Ya'qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabb Ku, seorang yang diridhai di sisi-Mu” (QS. Maryam: 5-6).

Beliau ‘Alaihis salam juga berdoa,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku dari sisiMu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa” (QS. Ali-‘Imran: 38).

Ketiga, doa Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘Alaihimas salam
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu” (QS. Al-Baqarah: 128).

Keempat
, doa khalilullah Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih” (QS. Ash-Shaffat: 100).

Demikian pula doa beliau yang lain,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).

Beliau juga berdoa,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala” (QS. Ibrahim: 35).

Selanjutnya jangan lupa dengan doa Nabi Ibrahim tatkala telah mencapai usia matang yaitu usia 40 tahun,

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku” (QS. Al-Ahqaf: 15).
 
Dikutip dari website yatimmandiri.org menjelaskan bahwa sebagai orang tua yang baik, senantiasa mendoakan kebaikan untuk anaknya, maka juga harus dibarengi dengan cara mendidik yang baik sesuai ajaran Islam. Pola asuh yang baik dan sesuai ajaran Islam ini tentu akan memiliki peran besar pada perkembangan anak.

Ada 5 penjelasan cara mendidik anak yang sesuai ajaran Rasulullah adalah sebagai berikut:
1. Menanamkan ketauhidan pada diri anak
2. Mengajarkan kewajiban beribadah
3. Membentuk kepribadian anak yang islami
4. Mengajarkan tanggung jawab atas apa yang dilakukan
5. Mengajarkan akhlak yang terpuji
 
Dalam kutipan website muslim.or.id memaparkan Doa keburukan akan menimbulkan bahaya dan merusak anak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mendoakan keburukan bagi anak, karena ini bertentangan dengan akhlak Islam dan menyelisihi cara pendidikan yang diajarkan para nabi. Bahkan ini jauh dari metode nubuwwah dalam mengajak manusia kepada Islam. 

Nabi menjelaskan untuk mendoakan keburukan bagi anak melalui sabda beliau,

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ، فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ

“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, dan juga untuk anak-anak kalian, atau harta kalian. Jangan sampai kalian menempati suatu waktu yang pada waktu itu Allah Subhanahu wa Ta'ala diminta sesuatu lantas Dia kabulkan doa kalian tersebut” (HR. Muslim).

 
Dari kesimpulan pernyataan menjelaskan dalam hal ini menjelaskan secara tidak langsung anak akan meniru perilaku kedua orang tuanya. Atau dalam peribahasa Indonesia dikatakan bahwa “Buah akan jatuh tidak jauh dari pohonnya”.
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore