Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juni 2022 | 23.23 WIB

Dua Faktor Paling Dominan yang Pengaruhi Kenaikan Tarif Listrik 1 Juli

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pada 1 Juli mendatang, penyesuaian tarif listrik akan dilakukan untuk pelanggan di atas 3.500 VA. Terdapat 5 golongan yang akan terkena dari perubahan tarif listrik ini, yakni untuk rumah tangga dan pemerintah.

Untuk rumah tangga sendiri, yakni adalah golongan R2 dengan daya 3.500 sampai 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas. Kenaikan itu dari Rp 1.444,7 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh.

Kemudian, untuk golongan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA serta P3 akan disesuaikan dari Rp 1.444,7 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh. Sementara pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp 1.114,74 per kWh menjadi Rp 1.522,88 per kWh.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi. Mulai dari harga Indonesia Crude Price (ICP), harga pokok batu bara, inflasi serta kurs Rupiah.

Adapun, faktor yang paling dominan adalah ICP yang diasumsikan di harga USD 63 per barel, kini sekitar di angka USD 104 per barel. Oleh karena itu, tarif listrik dilakukan penyesuaian guna meringankan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Faktor itu kita pantau secara 3 bulan, itu (harga) kan diterapkan per 3 bulan, untuk triwulan 3 kami melihat pergerakan keempat faktor tadi, dari tahun lalu tiap triwulan 3 kita lihat ada kecenderungan kenaikan di ICP. Sekarang naik dibandingkan asumsi awal, kita awal asumsi USD 63, tapi ini udah USD 104 per barel," ungkap dia dalam webinar Kebijakan Tarif Listrik Berkeadilan, Jumat (17/6).

Faktor kedua yang paling dominan adalah inflasi, di mana diketahui bahwa seluruh dunia tengah mengalami inflasi signifikan. Untuk Amerika Serikat sendiri per Mei 2022 mengalami inflasi 8,6 persen secara year on year (yoy) sementara Turki mencapai 73,5 persen yoy.

"Inflasi itu menunjukkan kecenderungan peningkatan, itu pertimbangan kita, makanya kita memilih 5 golongan saja yang disesuaikan, inflasi memilih mana saja yang perlu disesuaikan. Sementara dua itu yang mempengaruhi tariff adjustment," jelasnya.

"Untuk kurs tidak terlalu besar asumsi Rp 14.350/USD, tapi yang terjadi Rp 14.356/USD," tandas Rida.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore