Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Mei 2022 | 03.00 WIB

Kepala PPATK Tetap Pantau Aliran Uang Sembari Ditemani Sambal Petai

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana - Image

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana

JawaPos.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memilih tidak pergi mudik dan menetap di Jakarta saat momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Ivan menyampaikan, dirinya harus tetap memantau aliran uang mencurigakan saat momentum Lebaran.

"Saya enggak mudik, karena kan mertua baru meninggal tahun lalu dan sebelum Lebaran saya sudah ke Ngawi. Saya harus stand by di kantor, saya di Jakarta saja. Orang tua saya kebetulan di Jakarta," kata Ivan dihubungi JawaPos.com, Minggu (1/5).

Ivan mengucapkan rasa syukur, yang telah berkarier di PPATK selama 15 tahun bisa menduduki pucuk pimpinan. Mantan Deputi Bidang Pemberantasan di PPATK ini melantunkan doa, agar para insan PPATK bisa selalu menjaga integritas.

"Kali ini kan lebaran pertama saya sebagai Kepala PPATK ya, jadi ya saya lebih khidmat, lebih mensyukuri apa yang sudah dicapai selama ini, terus kemudian berdoa PPATK bisa selalu menjaga integritasnya selalu dilindungi," ucap Ivan.

Ivan mengaku pihaknya tidak ingin lengah dalam memantau aliran uang mencurigakan. Karena itu, pihaknya tetap membuka sistem agar para pegawainya tetap bisa bekerja meski di tengah libur Lebaran.

Di tengah kesibukannya yang padat, kata Ivan, momentum Lebaran selalu rindu dengan hidangan ketupat dan tak kalah ketinggalan sambal goreng kentang yang juga harus ada petainya di setiap masakan.

"Makanan saya ya sama saja ketupat, yang penting ada petainya kan. Harus ada petainya, jadi sambal goreng kentang apapun itu ada petainya, ciri khas Idul Fitri," ungkap Ivan.

Ivan membeberkan, dalam dua tahun terakhir lembaganya disibukkan dengan penganan pandemi, khususnya terkait aliran dana fasilitas kesehatan dam pengadaan vaksin. Ivan tak ingin, adanya aliran uang mencurigakan dalam pengadaan fasilitas kesehatan dalam menangani permasalahan pandemi.

"Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh para pelaku tindak pidana. Jadi teman-teman selama dua tahun, walaupun pandemi walaupun WFH, teman-teman melakukan pemeriksaan analisis kasus-kasus," tegas Ivan.

Ivan tak menampik, Hari Raya Idul Fitri kerap dimanfaatkan pelaku tindak pidana menjalankan aksinya. Karena itu, pihaknya tidak ingin lengah dalam mengawasi aliran uang mencurigakan.

"PPATK tetap bekerja karena kita kan juga tidak benar-benar, walaupun seminggu ini libur, sistem tetap dibuka dan teman-teman tetap bekerja dari jarak jauh. Tetap memantaj aliran uang, kita tidak mau lengah," pungkas Ivan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore