Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 19.32 WIB

Gunung Lewotobi Erupsi, Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas dalam Radius 5 Km

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (Instagram/galeri_timur07) - Image

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (Instagram/galeri_timur07)

JawaPos.com – Menyusul pemberitaan meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau masyarakat untuk mengurungkan niat beraktivitas apa pun dalam jarak 5 km dari pusat erupsi.

Padahal sebelumnya, jarak aman bagi warga disebutkan pada 4 km. Imbauan tersebut kembali diperbarui akibat dari aktivitas visual dan gempa yang meningkat secara signifikan pada aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, juga melarang wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam jarak 5 km dari pusat erupsi dan 6 km pada arah utara-timur laut.

"Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral enam kilometer pada arah utara-timur laut," kata Hendra dalam keterangan resmi di Flores Timur pada Rabu (17/1), melansir dari Antara.

Berdasarkan catatan PVMBG, gunung berstatus Level IV (Awas) itu meletus dengan tinggi kolom erupsi hingga 600 meter di atas puncak. Dan, berwarna putih sampai kelabu tebal.

Letusan lebih condong ke arah utara dan timur laut pada Selasa (16/1) pukul 20.58 WITA. Letusan diikuti dengan guguran lava pijar ke arah barat daya-barat sejauh 2 km dari pusat erupsi.

Masih di hari yang sama, hasil pemantauan kegempaan dari pukul 00.00—24.00 WITA menunjukkan terdapat peningkatan kegempaan yang signifikan. Alat berhasil merekam ada sebanyak 13 kali Gempa Awan Panas Guguran, 108 Gempa Letusan, 92 kali Gempa Guguran, 172 kali Gempa Low Frequency, 10 kali Gempa Tremor Harmonik, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.

Dan, pada kurun waktu pukul 20.58—21.24 WITA juga terdapat Gempa Tremor dengan maksimal amplitude sebesar 47 mm.

Kata Hendra, data kegempaan gunung juga menginformasikan soal peningkatan yang signifikan pada Gempa Low Frequency. Artinya, ada pergerakan magma ke permukaan yang makin intensif dalam kurun waktu yang cukup singkat.

Sekiranya, itu dapat menaikkan volume lava di area kawah, yang mengakibatkan jarak luncur aliran lava dan kejadian guguran serta awan panas juga meningkat.

Kemudian, lava yang gugur ke arah baru, yaitu barat daya-barat dengan jarak luncur mencapai 2 km, dapat memperkirakan bahwa aliran lava mungkin mengarah ke segala penjuru. Sebagai akibat dari adanya tingkat intensif pergerakan magma ke permukaan.

"Dengan munculnya Gempa Tremor Harmonik menunjukkan pembentukan gas dalam konduit magma semakin meningkat sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan eksplosivitas erupsi," ujar Ketua PVMBG.

Karena aktivitas gunung yang meningkat dan demi keselamatan warga, mereka dihimbau untuk tetap mengikuti arahan dan saran yang telah disampaikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore