Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Januari 2024 | 23.39 WIB

Wapres Maruf Amin Duga Insiden Tabrakan Kereta di Bandung Akibat Kurang Teliti

 

Proses evakuasi terhadap eks rangkaian kereta yang masih berada di lokasi Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya.

 
JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyayangkan terjadinya insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1). Kecelakaan itu mengakibatkan jatuhnya korba jiwa hingga menewaskan seorang masinis. 
 
"Wah, itu, bahaya itu. Kita ini apa ya, kurang teliti gitu, loh," kata Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).
 
Ia mengungkapkan, kecelakaan kereta api seharusnya tidak terjadi. Apalagi, kecelakaan ini diakibatkan masalah teknis dan pengaturan rangkaian kereta.
 
"Nah, itu yang saya kira nggak boleh terjadi. Itu betul-betul menurut saya fatal. Karena itu kedepan harus betul-betul lebih teliti, lah. Ini nyawa manusia dan tentu kerugian-kerugian lainnya," ujar Ma'ruf.
 
 
Lebih lanjut, ia menduga ada sesuatu yang tidak sinkron pada jalur kereta api, hingga akhirnya kecelakaan tersebut terjadi. Ma'ruf meminta adanya koreksi dan mencari penyebab pasti kecelakaan tersebut. 
 
"Mungkin itu perlu dikoreksi di mana letaknya, apa manusia, human error, ya, atau ada pengaturan teknisnya. Kalau human error  itu harus betul-betul seleksi yang bertanggung jawab mengatur itu," ucap Ma'ruf.
 
 
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan saat kecelakaan terjadi, ada 287 orang penumpang KA Turangga dan 191 orang penumpang di KA Commuterline. 
 
"Ada 22 penumpang yang luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan," ujar EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji. 
 
Adapun korban yang dirawat dengan rincian sebagai berikut di RSUD Cicalengka 18 orang, RS Edelweis 2 orang, dan RS AMC 2 orang.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes, Ibrahim Tompo menyebut hingga sekarang pihaknya mencatat ada empat korban tewas akibat kecelakaan tersebut. Sebanyak dua korban tewas telah dievakuasi ke rumah sakit, sementara dua lainnya masih terjepit rangkaian kereta.
 
"Dua yang tewas sudah dievakuasi, mereka masinis dan asisten masinis. Dua lainnya masih dalam proses evakuasi, mereka yaitu pramugara dan satu lagi belum diketahui, diduga dari petugas KAI," pungkas Ibrahim.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore