Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Februari 2022 | 02.26 WIB

Sekjen PBNU Desak Akun Twitter-nya Diserahkan kepada Pengurus Baru

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sesaat sebelum meninggalkan rumah dinas, Selasa (12/2). - Image

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sesaat sebelum meninggalkan rumah dinas, Selasa (12/2).

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengultimatum admin Twitter @nahdlatululama segera menyerahkan akun bercentang biru itu kepada pengurus baru PBNU.

’’Kita sudah mencari siapa admin akun ini ndak tidak ada yang mengaku. Saya minta dalam waktu 1x24 jam admin harus ke PBNU dan menemui pengurus baru untuk segera menyerahkan akun ini,” kata pria yang biasa disapa Gus Ipul itu dalam keterangannya, Selasa (1/2).

Gus Ipul, sapaan akrabnya mengatakan, sebelumnya pengurus baru PBNU masih menoleransi akun itu tetap beroperasi. Namun, karena tweet-nya menunjukkan kalimat yang tidak pantas, pihaknya mendesak akun tersebut diberikan kepada pengurus baru. ’’Tapi belakangan cuitan-cuitannya tidak mencerminkan kaidah yang benar. Bahkan cenderung mengadudomba. Guyonannya tidak tepat cenderung menyakiti,” kata Gus Ipul.

Saat akun @dpp_pkb mengucapkan selamat Harlah dan mendoakan proses pengukuhan PBNU, akun @nahdlatululama malah membully dengan menyebut 'besok-besok jangan telat ngucapinnya'. Menurutnya, itu sama sekali tidak mencerminkan itikad baik.

Selain itu masih banyak lagi cuitan yang dirasa tak pantas disampaikan oleh akun itu. Bahkan seorang pemilik akun @naufilist sempat mencuitkan kalimat “Diksi admin @nahdlatululama periode sebelumnya resmi & serius. Sekarang kok kocak? Pasti admin baru hasil bursa transfer dari @NUgarislucu nih.

Cuitan Naufil ini dibalas oleh @nahdlatululama dengan kalimat 'Karena pengurus periode sekarang serius-serius. Jadi kami harus mengimbangi'. ’’Atas banyaknya keganjilan itu, kami banyak menerima keluhan dari warganet juga dari lembaga-lembaga yang merasa tidak nyaman atas cuitan @nahdlatululama. Karenanya saya minta kepada admin akun @nahdlatululama untuk segera menyerahkan ke kami. Jika dalam waktu 1x24 jam tidak diserahkan maka kami akan lapor polisi,” kata Gus Ipul. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore