Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 18.58 WIB

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada terhadap Potensi Cuaca Ekstrem selama Periode Nataru

Cuaca berawan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (Yudhi Mahatma/ANTARA) - Image

Cuaca berawan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (Yudhi Mahatma/ANTARA)

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode Natal dan Tahun Baru,” kata Deputi Bidang Meteorologi, BMKG, Guswanto pada Senin (18/12).

Dikutip dari Antara, berdasarkan data analisis dinamika atmosfer terkini, Guswanto menyampaikan bahwa cuaca hingga 23 Desember 2023 diprediksi hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Sulawesi, dan Maluku berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Potensi peningkatan curah hujan itu diprakirakan terjadi di wilayah Jawa-Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023,” terangnya.

Berdasarkan analisis terbaru, Guswanto mengemukakan bahwa aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan masih dapat berlangsung dalam 3-4 hari ke depan dengan kecenderungan melemah intensitasnya, sehingga dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan.

Keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan tersebut juga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sementara itu, terkait potensi awan cumulonimbus (CB), pada periode 18-23 Desember 2023, potensi awan CB dapat terjadi dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL/Occasional).

Guswanto memprediksi awan CB terjadi di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Samudera Pasifik utara Pulau Papua, Samudera Hindia barat Pulau Sumatera, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Banda, Laut Aru, Laut Arafura, sebagian Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, dan Pulau Papua.

Ia menambahkan dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/Frequent) diprediksi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Filipina, Samudera Pasifik utara Pulau Papua, dan Laut Arafura.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore