JawaPos.com - Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf mengatakan 69,81 persen produk Indonesia yang di Ekspor ke Mesir didominasi oleh produk pangan halal. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan ke Pameran Dagang Tahunan Cairo Food Africa di Egypt International Exhibition Center, Kairo, Mesir, awal pekan ini.
"Pameran dagang ini memberikan angin segar bagi produk Indonesia. Sejumlah 69,81 persen produk Indonesia yang diekspor ke Mesir adalah produk pangan halal," kata Lutfi Rauf dalam keterangan resmi, Minggu (17/12).
Lutfi menjelaskan, produk pangan halal menjadi kebutuhan mendasar dan mendesak bagi Mesir dan sekitarnya. Meski perang Rusia-Ukrania masih berlangsung, krisis dan eskalasi perang di Gaza masih meningkat serta adanya inflasi di Timur Tengah, Indonesia tetap optimis dapat memainkan peran mengisi pangsa pasar komersil di Mesir.
Dalam kegiatan Food Africa, keikutsertaan Indonesia dengan hadirnya perusahaan PT. Golden Coffee Beans yang berkedudukan di Lampung, dan PT Nutrifood Indonesia yang memamerkan produk makanan dan minuman kesehatan diantaranya Tropicana Slim, NutriSari, L-Men, HiLo, W'dank, Lokalate, dll.
Dubes RI menerangkan, keikutsertaan Indonesia yang tidak pernah absen dalam Pameran Tahunan Food Africa ini sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kinerja pangsa pasar ekspor produk Indonesia, khususnya makanan dan minuman (mamin) di kawasan Timur Tengah, Afrika dan kawasan Mediterania.
"Upaya ini untuk tetap mempertahankan posisi pasar produk Indonesia dan mencari peluang potensi baru di kawasan," jelasnya.
Sementara itu, Atase Perdagangan Kairo, M.Syahran Bhakti S menambahkan, pasar Mesir dan Afrika adalah prioritas strategis bagi tujuan perdagangan Indonesia untuk meningkatkan ekspor hingga USD 1,5-2 miliar per tahun.
Atdag melanjutkan, ekspor produk minyak sawit, kopi, rempah-rempah dan produk pangan halal lainnya mencapai USD 732,56 juta pada Januari-September 2023 atau menyumbang pangsa pasar sebesar 1,79 persen dari total impor Mesir dari dunia.
Produk pangan Indonesia pada Januari- September 2023 diantaranya minyak sawit sebesar USD 608 juta, biji kopi USD 71,47 juta, minyak kelapa USD 22 juta, vegetable fat USD 14,41 juta, bumbu makanan USD 5,4 juta, Bubuk kakao USD 3,9 juta, kelapa parut USD 2,42 juta. "Briket arang USD 1,9 juta, produk perikanan dan hasil laut USD 1,82 juta, dan produk biji pala sebesar USD 488 ribu," pungkasnya.