
Photo
Kemensos Diminta Tidak Buru-Buru Umumkan ke Publik
JawaPos.com – Puluhan ribu aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi menerima bantuan sosial (bansos) pemerintah mendapat respons dari anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi. Menurut dia, indikasi yang disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini itu merupakan temuan tim BPK yang masih dalam proses penelusuran dan perlu diuji lebih lanjut.
Qosasi menjelaskan, temuan terkait ASN menerima bansos itu memang ada. Bahkan, bisa jadi angkanya lebih dari yang disampaikan Kemensos. Namun, Qosasi menekankan bahwa temuan tersebut belum waktunya diumumkan ke publik. ”Karena ini hasil temuan tim BPK yang masih terus ditelusuri dan dikonfirmasi dan butuh pengujian lebih lanjut,” kata Qosasi melalui akun Twitter-nya yang dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (20/11).
Sebelumnya, Risma –sapaan akrab Tri Rismaharini– menyampaikan hasil verifikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang menjadi sumber data penerima bansos. Dalam verifikasi itu, Risma menyebut ada 31.624 ASN yang menerima bansos. Puluhan ribu ASN tersebut tersebar di 34 provinsi. Dari jumlah itu, 29.965 penerima merupakan ASN aktif. Sisanya pensiunan.
Menurut Risma, ASN tersebut menerima berbagai jenis bansos. Mulai bantuan pangan nontunai (BPNT) hingga program keluarga harapan (PKH). ASN yang menjadi penerima bansos itu, antara lain, berprofesi dosen, tenaga medis, dan lain-lain.
Qosasi menyebut, apa yang dilakukan Risma itu menyalahi aturan pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Ketentuan tersebut mengatur laporan hasil pemeriksaan yang dinyatakan terbuka untuk umum adalah laporan yang telah disampaikan kepada lembaga perwakilan.
Dia pun meminta Kemensos untuk tunduk pada aturan tersebut. Setidaknya Kemensos menahan diri untuk tidak mengumumkan temuan itu sebelum waktunya. ”Temuan (ASN menerima bansos) itu memang ada, bahkan mungkin lebih. Tapi, kita (harus, Red) tunduk pada aturan pemeriksaan (keuangan, Red),” terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
