Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 20.43 WIB

Pengungsi Rohingnya Terus Berdatangan dan Mendapatkan Penolakan Masyarakat, Yasonna Laoly Beri Peringatan

Seorang pengungsi anak Rohingya sedang duduk di dalam bus. (unhcr.org/id/) - Image

Seorang pengungsi anak Rohingya sedang duduk di dalam bus. (unhcr.org/id/)

JawaPos.com – Gelombang kedatangan pengungsi Rohingnya terus berlangsung. Gelombang yang terakhir tiba di wilayah Pesisir Blang Raya, Kabupaten Pidie dan Pantai Blang Ulam, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (10/12).

Panglima Laot Aceh Miftah Tjut Adek, mengatakan, mereka tiba di Pidie sekitar pukul 3.30 WIB dan 5.30 di Aceh Besar. Kedatangan tersebut sempat mendapatkan penolakan masyarakat setempat.

Kapolsek Muara Tiga Kabupaten Pidie Ipda Efendi mencatat jumlah keseluruhan para etnis Rohingya yang mendarat sekitar 180 orang.

“Jumlah perempuan lebih dominan yaitu sebanyak 74 orang, sementara laki-laki 53 orang, anak laki-laki 26 orang dan 27 orang anak perempuan," kata Efendi.

Sedangkan di Aceh Besar, Kapolsek Krueng Raya Rolly Yuiza Away menyebutkan imigran Rohingya yang mendarat sekitar 135 orang, dan belum dapat rincian dari jumlah pengungsi tersebut.

Kedatangan ratusan pengungsi Rohingnya ini diduga terdapat tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Polisi telah menetapkan seorang tersangka yang berperan dalam kedatangan para pengungsi tersebut ke Indonesia.

Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK, mengungkapkan bahwa seorang warga negara Bangladesh bernama Husson Mukhtar (70) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Husson Mukhtar adalah kapten kapal yang membawa 147 warga Rohingya yang ditemukan mendarat di pesisir pantai Muara Tiga pada Selasa (14/11).

Saat ini, Husson Mukhtar ditahan di Mapolres Pidie, sementara tiga orang lainnya masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu Nababai, Saber, dan Zahrangi.

Kedatangan ratusan pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie ini ternyata bukan kejadian kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang sengaja disusun.

Para pengungsi Rohingya ini diberangkatkan dari kamp pengungsian di Bangladesh menuju Indonesia dengan menggunakan kapal yang mengangkut ratusan orang.

Setelah sampai di perairan Aceh, mereka dengan sengaja ‘terdampar’ sebagai upaya untuk masuk ke Indonesia.

Untuk melakukan perjalanan ini anak-anak dikenai biaya sebesar 50 ribu Taka atau sekitar Rp 7 juta, sementara dewasa harus membayar 100 ribu Taka atau sekitar Rp 14 juta.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore