
Ilustrasi Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Banyak perubahan aturan dalam seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) 2024. Salah satu yang mencuat adalah perubahan meliputi pendaftaran jalur seleksi yang diperketat.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan, pada seleksi tahun depan, calon mahasiswa yang sudah diterima di jalur prestasi (seleksi nasional berdasarkan prestasi/SNBP) tidak bisa lagi diterima ataupun mendaftar di seleksi jalur tes (SNBT) maupun mandiri.
Aturan itu juga berlaku bagi mereka yang sudah diterima dan mendaftar ulang di jalur tes tidak bisa diterima di jalur mandiri.
Dia menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan berdasar prinsip keadilan. ”Kalau kita tetap buka opsi bagi calon mahasiswa untuk mendaftar meski sudah diterima, bahkan daftar ulang, lalu mereka masih boleh coba-coba di PTN lain, artinya kita memberikan keistimewaan bagi calon mahasiswa yang punya privilese ekonomi berlebih,” ujarnya dalam peluncuran SNPMB 2024 di kantor Kemendikbudristek kemarin (8/12).
Ketika itu terjadi, yang dirugikan adalah calon mahasiswa yang nilainya di bawah cutoff atau ambang batas seleksi prestasi maupun tes. Sebab, yang tadinya dianggap full kuotanya, ternyata banyak yang meninggalkan kursi di PTN yang sudah didapatkan.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Ganefri. Menurut dia, aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk yang lolos di SNBP 2024, tapi juga mereka yang lolos di seleksi tiga tahun terakhir.
”Siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP 2024, SNBP 2023, dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2022 tidak dapat mendaftar SNBT 2024,” tegasnya.
Wakil Ketua II Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok memberikan gambaran mengenai ketatnya keinginan siswa untuk bisa masuk PTN ini melalui SNBP. Pada 2023, jumlah siswa yang login untuk SNBP sebanyak 694.878. Kemudian, data final yang ikut sebanyak 663 ribu.
”Dari jumlah tersebut, yang diterima 143 ribu atau hanya 21,6 persen dari yang mendaftar. Bayangkan kalau dari kuota tersebut ada yang tidak dimasuki,” ungkapnya. Karena itu, kebijakan baru pada 2024 adalah bentuk upaya optimalisasi kuota. (mia/c19/bay)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
