Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2023 | 03.34 WIB

Melanggar Aturan, Korban Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat Ditemukan 1,5 KM dari Kawah

Tim SAR saat evakuai korban erupsi Gunung Marapi di Sumbar / sumber: Antara - Image

Tim SAR saat evakuai korban erupsi Gunung Marapi di Sumbar / sumber: Antara

JawaPos.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat yang meletus pada Minggu (3/12) diketahui telah menunjukkan aktivitas dan status level II (waspada) sejak tahun 2011.

Status ini mencakup larangan untuk melakukan pendakian ke Gunung Marapi hingga radius 3 kilometer dari puncak kawah.

Setelah terjadi aktivitas erupsi tiga hari yang lalu, diketahui bahwa banyak pendaki melanggar batas jarak yang berbahaya.

Dikutip dari Bali Express pada Selasa (5/12), berdasarkan data sementara hingga Senin (4/12), total ditemukan 11 pendaki dalam keadaan meninggal.

Update operasi tim SAR hari ini mencatat bahwa 52 orang telah turun dari gunung dalam keadaan selamat, 5 orang telah meninggal, 8 orang dalam proses evakuasi, dan 10 orang masih dalam pencarian.

Identitas korban meninggal dunia termasuk Nazatra Adzin Mufadhal, Muhammad Adan, Muhammad Teguh Amanda, Nurva Afitri, dan Muhammad Alfikri.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, menyatakan bahwa informasi dari relawan evakuasi menunjukkan bahwa korban yang paling terdampak berada di jarak antara 1 hingga 1,5 kilometer dari puncak.

Tim SAR masih terus mencari beberapa korban dan akan terus memperbarui informasi terkait erupsi Gunung Marapi.

Saat evakuasi dilakukan, Ardizal Datuak Panghulu Kayo, seorang relawan evakuasi, melaporkan bahwa jalanan menuju puncak dalam kondisi licin.

Ia menyatakan bahwa saat itu erupsi masih berlangsung, sehingga evakuasi korban di daerah puncak menjadi sulit.

“Selain asap erupsi, juga hawa panas. Jadi, sangat sulit menuju ke korban karena terhalang oleh situasi dan kondisi tersebut,” katanya.

Diketahui juga bahwa lokasi penemuan para korban menunjukkan pelanggaran larangan radius 3 kilometer dari puncak.

Hendra menjelaskan bahwa aturan tersebut telah diberikan oleh PVMBG berdasarkan karakteristik Gunung Marapi.

Meskipun Gunung Marapi berstatus waspada selama 12 tahun dan telah meletus lima kali pada tahun 2011, 2012, 2014, 2017, dan 2018, tidak ada dampak yang signifikan dari letusan di radius lebih dari 3 kilometer.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore