
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran dipotret dari Srumbung, Magelang, Jateng.
JawaPos.com–Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Kabupaten Batusangkar, dan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat; mengalami erupsi pada Minggu (3/12). Letusan itu hingga menimbulkan korban dan hujan abu di wilayah sekitar.
Gunung Marapi, sejak 2011 berstatus level II atau waspada. Sepanjang Senin (4/12), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat telah terjadi 10 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 3,7-300,3 mm dengan durasi 28-72 detik.
Gunung yang memiliki tinggi 2.891 mdpl dan termasuk gunung api tipe A. Selain itu, gunung itu juga berada dalam rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang memanjang di Pulau Sumatera. Terdapat beberapa kaldera antara lain adalah Kaldera Bancah, Kapundan Tuo, Kabun Bungo, Kapundan Bungsu, Kawan Verbeek atau Kapundang Tanga.
Selain itu, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Marapi sejak 3 Agustus 2016 ditetapkan sebagai kawasan suaka alam dan pelestarian alam. Dalam kawasan itu terdiri tas hutan dataran rendah, hutan sub montana, dan hutan sub alpina.
Dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Marapi menjadi tempat hidup berbagai flora, seperti medang, kemenyan, menambang, sapek, rasamala, dan cemara gunung.
Tak hanya menyimpan kekayaan flora, kawasan sekitar gunung ini juga menjadi habitat fauna seperti siamang, Harimau Sumatera, kambing hutan, rusa sambar, ayam hutan babi hutan, dan burung punai.
Nama Gunung Marapi acap kali dianggap sama dengan sebuah gunung di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah, yaitu Gunung Merapi.
Gunung Merapi yang memiliki tinggi 2.968 mdpl secara administrasi meliputi satu wilayah di DIJ, yaitu Kabupaten Sleman dan tiga wilayah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.
Gunung yang dijadikan salah satu titik Sumbu Imajiner Jogjakarta Pangeran Mangkubumi itu berstatus level III atau siaga sejak 5 November 2020.
Gunung Merapi juga menyimpan berbagai flora dan fauna di Taman Nasional Gunung Merapi. Memiliki luas 6.607,52 hektare itu menyimpan 336 spesies satwa liar, 301 spesies tumbuhan, dan 26 spesies jamur makroskopis.
Satwa liar yang terletak di kawasan ini seperti anis gunung, paruh kodok, lutung Jawa, elang Jawa, dan celepuk reban. Sementara tumbuhan yang hidup di Taman Nasional Gunung Merapi, seperti tes, tesek, sawa, sarangan, puspa, dan pasang.
Gunung Merapi memecahkan rekor meluncurkan awan panas sejauh 15 Km dari puncak saat erupsi pada 26 Oktober 2010. Peristiwa itu menyebabkan 386 jiwa meninggal dunia termasuk sang juru kunci yang diutus Keraton Jogjakarta, Mbah Maridjan.
Bencana dahsyat Gunung Merapi tersebut diabadikan dalam Museum Gunung Api Merapi. Museum ini menyimpan berbagai koleksi dari dampak letusan gunung yang terletak di dua provinsi ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
