Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Kemenkeu/Zalfa Dhiaulhaq)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia berada dalam pertumbuhan yang stabil dengan angka kemiskinan yang semakin menurun.
Dilansir dari kemenkeu.go.id pada Selasa (28/11), meskipun Indonesia berada di dalam garis yang positif, namun Sri Mulyani menyoroti permasalahan kesejahteraan bangsa yang dihadapkan dengan upaya pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim.
Menkeu menilai perlunya kesadaran bersama dalam meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak bumi akibat isu perubahan iklim, geopolitik, hingga digitalisasi.
Hal tersebut merupakan salah satu tantangan yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini.
“So, climate change is a problem. How we are all can work together, especially antar generasi ke generasi,” ujar Sri Mulyani pada acara ‘Climate Change and Indonesia’s Future: An Intergenerational Dialogue’, di Jakarta, Senin (27/11).
Ia juga menyebutkan bahwa dalam menyelesaikan masalah iklim perlu adanya rencana pembiayaan yang konkret.
Selain pembiayaan dari pemerintah pusat, belanja negara melalui pemerintah daerah juga memegang peran pendukung yang sangat penting.
“Kita melakukan berbagai Instrumen kebijakan dan motivasi kepada local government. Kita menggunakan instrumen seperti di Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, Dana Bagi Hasil (DBH) dan berbagai instrumen untuk memotivasi daerah memainstreamkan climate change,” tuturnya.
Untuk memenuhi hal tersebut, pemerintah sedang mempersiapkan sejumlah instrumen fiskal dan keuangan untuk menangani perubahan iklim. Salah satunya dalam bentuk instrumen green bond yang dikombinasikan dengan SUKUK atau obligasi berbasis syariah.
Sejak tahun 2018, Indonesia sudah menerbitkan sejumlah USD 5 miliar atau sekitar Rp77,16 triliun SUKUK Green Bond secara global.
Sementara untuk di dalam negeri, pemerintah juga memperkenalkan SUKUK ritel-domestic green yang penerbitannya mencapai Rp 21,8 triliun.
Menteri Sri mengatakan bahwa sejumlah instrumen tersebut sudah terbukti sukses menurunkan emisi Indonesia.
"Peluncuran instrumen ini secara akuntabel menjelaskan instrumen green related dengan penurunan emisi. Total 5,7 juta ton Co2 pada 2018, 3,2 juta juta ton Co2 pada 2019, 1,4 juta ton Co2 pada 2020, dan 222.647 juta ton Co2 pada 2022. Ini semua tidak berdasarkan hitungan kita sendiri, tapi diaudit lembaga kredibel," paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
