Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juli 2021 | 19.58 WIB

63 Pasien Covid-19 Meninggal Karena Oksigen Habis, Ini Klarifikasi RS

Antrian warga mengisi tabung oksigen di Depo Oxygen Medical di Kawasan Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2021). Permintaan Oxygen Medical meningkatkan seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di Ibukota Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/ - Image

Antrian warga mengisi tabung oksigen di Depo Oxygen Medical di Kawasan Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2021). Permintaan Oxygen Medical meningkatkan seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di Ibukota Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/

JawaPos.com - Kelangkaan oksigen terjadi di RS Sardjito Jogjakarta, yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. Pihak Direktur Utama RS sampai melayangkan surat pada Kementerian Kesehatan bahwa oksigen di RS itu habis. Akibatnya, tersiar kabar bahwa 63 pasien meninggal karena kehabisan oksigen.

JawaPos.com mencoba mengklarifikasi hal ini kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma. Disebutkan dalam sejumlah artikel, bahwa ada sebanyak 63 pasien meninggal dunia dalam sehari.

"Pasien yang meninggal tidak dipisahkan apakah memang karen kurang Oksigen atau memang sudah berat kasusnya," tegas Lia kepada JawaPos.com, Minggu (4/7).

Meski begitu, memastikan bahwa sejauh ini oksigen sudah dipasok kembali ke RS Sardjito sekitar pukul 1 dini hari tadi. Ia mengakui memang karena banyaknya pasien maka oksigen cepat habis.

"Pagi tadi jam 1 sudah datang pasokan oksigen ke RS Sardjito. Memang karena banyaknya pasien, satu hari saja sudah habis oksigen. Sehingga pagi diisi, sore harus dipasok kembali," jelasnya.

Hal senada juga dibenarkan oleh Juru Bicara Vaksinasi dan Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurut Nadia, sejauh ini kebutuhan oksigen di sana sudah dipasok sebanyak 2 ton.

"Iya betul kemarin sempat RSUP Sardjito mengalami hal tersebut tetapi sekarang oksigen sudah disupply 2 ton," katanya.

Sebelumnya pihak Direktur RS Sarjito mengirim surat pada Kemenkes sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19, yang mengakibatkan kenaikan kebutuhan oksigen sehingga tejadi kelangkaan penyediaan oksigen.

Direktur RSUP Dr Sardjito Jogjakarta sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen, tetapi sampai saat ini masih mengalami kendala dan pasokan oksigen diperkirakan paling cepat akan datang ke RSUP Sardjito Jogjakarta pada hari Minggu tanggal 4 Juli 2021 pukul 12.00 WIB.

Persediaan oksigen sentral di RSUP Dr Sardjito Jogjakarta mengalami penurunan pada Sabtu, tanggal 3 Juli 2021 pukul 16.00 WiB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen pada pukul 1800 WIB. Sehingga bisa berdampak pada keselamatan pasien yang dirawat, baik pasien Covid-19 maupun Non Covid-19.

"Kami sudah meiakukan upaya antisipas: maksimal dan penghematan seoptimal mungkin. Untuk itu, kami mengajukan permohonan dukungan agar kebutuhan oksigen dapat terpenuhi, mengingat RSUP Sardjito Jogjakarta termasuk RS Rujukan dalam penanganan Covid?19 sampai tingkat kritikal.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore