Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 07.21 WIB

Kemenag Bakal Rilis Video Ayat Alkitab Berbahasa Isyarat, Sebut Jadi Kado Natal Spesial bagi Difabel

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama Amsal Yowei / sumber: kemenag.go.id

JawaPos.com – Kaum Difabel selama ini belum sepenuhnya mendapatkan kemudahan akses terhadap layanan keagamaan. Rilisan fisik dalam bentuk buku pun belum bersahabat bagi penyandang disabilitas.

Oleh karena itu, Kemenag di bawah pimpinan Direktur Urusan Agama Kristen menghadirkan sebuah terobosan baru. Kemenag memproduksi Alkitab dalam bentuk video isyarat untuk mempermudah kaum difabel dalam memahami aspek keagamaan.

Kerjasama dengan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) menjadi bagian penting dalam menjamin agar Alkitab tetap sesuai dengan pemahaman Kristiani.

Pemilihan ayat Alkitab juga merujuk pada Alkitab Terjemahan Baru yang baru saja diperkenalkan oleh LAI pada bulan Februari. Konten video Alkitab bahasa isyarat ini mencakup 14 tema dengan total 170 ayat.

Dari jumlah tersebut, 169 ayat terbagi dalam 13 tema seperti kasih, pengharapan, sukacita, duka cita, dan lainnya, sementara satu ayat lainnya adalah Doa Bapa Kami.

Dikutip dari laman Kementerian Agama RI pada Jumat (24/11), Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Amsal Yowei pada Rabu (22/11), menyatakan bahwa mereka sedang memproduksi konten video Alkitab bahasa isyarat.

Rencananya, video Alkitab ini akan dirilis pada Jumat (15/12), tepat 10 hari sebelum Hari Raya Natal, apabila produksinya dapat diselesaikan sesuai jadwal. Amsal berharap bahwa video Alkitab berbahasa isyarat ini dapat menjadi hadiah Natal yang berarti bagi penyandang disabilitas.

Ditjen Bimas Kristen Kemenag juga bekerja sama dengan Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN), sebuah yayasan yang berfokus pada kesejahteraan penyandang disabilitas. Langkah ini sejalan dengan komitmen Kemenag untuk meningkatkan akses disabilitas terhadap Kitab Suci.

Selain Alkitab bahasa isyarat, Kemenag juga telah mencetak Mushaf Qur’an bahasa isyarat (MQI), yang merupakan terobosan pertama di Indonesia dan dunia. Di samping itu, Ditjen Bimas Buddha Kemenag sedang mengembangkan Kitab Suci Buddha versi cetak braille.

Upaya ini penting karena selama ini penyandang disabilitas mengalami kesulitan dalam menjalankan ibadah, baik di tempat ibadah maupun di rumah. Beberapa tempat ibadah belum ramah terhadap disabilitas, terlebih memiliki tangga yang curam, dan ruang yang terbatas menjadi hambatan serius.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore