Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 13.56 WIB

Diprediksi 107 Juta Orang Lakukan Pergerakan saat Libur Nataru, BMKG Modifikasi Cuaca di Jalur Padat Pemudik

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Jakarta-Merak, di Tangerang, Banten. - Image

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Jakarta-Merak, di Tangerang, Banten.

JawaPos.com–Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi ada pergerakan 107,63 juta orang pada Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024.

Berdasar survei yang dilakukan BKT, jumlah pergerakan saat libur Nataru lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 44,17 juta orang. Pada Libur Nataru 2023-2024 diprediksi pergerakan orang terjadi bertujuan ke lokasi wisata sebesar 45,29 persen.

Pada Libur Nataru 2023-2024, kendaraan pribadi menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan 35 persen atau 39,97 juta orang menggunakan mobil pribadi. Di antaranya 17,92 persen atau 20,14 juta orang menggunakan motor.

Kemenhub juga menyatakan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, kepolisian, pengelola jalan tol, Basarnas, BMKG, dan unsur terkait lainnya.

Mengutip Antara, untuk mengamankan jalur padat pemudik maupun wisatawan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca pada libur Nataru 2023-2024.

”Berdasar pengalaman tahun lalu, perlu dilakukan teknologi modifikasi cuaca untuk mengamankan jalur-jalur yang padat pemudik, seperti jalan tol atau wilayah untuk Natal-Tahun Baru,” ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

BMKG telah bersiap bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca.

Periode sebelum Natal, 17-24 Desember 2023 diprediksi BMKG terdapat sebaran zona hujan intensitas lebat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, periode setelah Natal, 25 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024, BMKG melihat potensi hujan lebat masih terjadi di berbagai daerah.

”Setelah 1 Januari 2024, yakni periode 2 Januari-8 Januari 2024, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi, bahkan memprediksikan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia terjadi pada Januari 2024,” ucap Dwikorita.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore