
LOCKDOWN LOKAL: RT 001/04 Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara, memberlakukan karantina terbatas setelah ada warganya yang terpapar Covid-19. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com – Grafik kasus Covid-19 pasca-Idul Fitri semakin tinggi. Kemarin (13/6) kenaikannya bahkan mencapai 9.868 kasus positif dalam sehari. Itu adalah angka tertinggi sejak puncak kasus Covid-19 pada Februari lalu. Kenaikan tertinggi terjadi di empat provinsi di Pulau Jawa. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Di Jakarta, kenaikan kasus positif mencapai lebih dari 300 persen. Pada 1 Juni, kasus harian hanya 519. Lalu naik mencapai 2.455 kasus pada 12 Juni. Kemudian, Jateng mengalami kenaikan kasus 80 persen dalam 10 hari terakhir. Jabar naik 49 persen dan Jatim 89 persen.
Peningkatan kasus tambahan baru itu mengakibatkan meningkatnya bed occupancy ratio (BOR), terutama di Jakarta, Jateng, dan Jabar. BOR per 12 Juni, DKI Jakarta tercatat 68 persen, Jateng 67 persen, dan Jabar 65 persen. Jauh lebih tinggi daripada BOR nasional 49,64 persen.
Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit di Indonesia juga mengalami tren peningkatan. Sejak 21 Mei tercatat 23.221 pasien dan meningkat menjadi 41.073 pasien pada 12 Juni. Kapasitas tempat tidur (TT) isolasi sebanyak 75.116 TT. Saat ini terpakai 37.276 TT atau 49,62 persen. Sementara itu, TT ICU berkapasitas 8.139 TT dan terpakai 3.797 TT atau 46,65 persen.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito memerintahkan daerah untuk menambah kapasitas tempat tidur (TT) di rumah sakit. Tambahannya 30–40 persen. Penambahan itu diperlukan untuk mengantisipasi kenaikan yang terjadi pada hari-hari mendatang. ”Pemerintah telah berkoordinasi dengan gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas TT di rumah sakit dan memobilisasi tenaga kesehatan maupun relawan medis,” kata Ganip kemarin (13/6).
Peningkatan kasus positif tergambar pada Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, kemarin. Komandan Lapangan (Danlap) Observasi RSDC Wisma Atlet Muhammad Arifin menyatakan, dalam beberapa hari terakhir, arus pasien yang menuju ke wisma atlet mencapai 400–500 orang per hari.
Data wisma atlet menunjukkan, pada Jumat lalu (11/6) ada 98 pasien yang masuk. Kemudian, jumlah tersebut meloncat tajam menjadi 661 orang pada Sabtu (12/6). Lalu sempat menurun 537 pasien pada Minggu (13/6).
Untuk mengatasi aliran pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan daerah-daerah penyangga, pengelola bakal membuka tower 8 di Wisma Atlet Pademangan untuk ditempati pasien dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).
Sebelumnya, tower tersebut ditempati tenaga kesehatan yang bertugas. ”Para nakes nanti dipindahkan ke hotel-hotel terdekat,” kata Ganip. Dia memperkirakan langkah tersebut membantu menambah 1.572 tempat tidur.
179 Warga Madura Masuk RSLI
Sementara itu, Jawa Pos Radar Madura melaporkan, Koordinator Relawan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Surabaya, Radian Jadid mengatakan, pasien positif Covid-19 terus mengalir. Terdapat 350 pasien yang ditampung hingga kemarin (13/6). Perinciannya, 76 pekerja migran Indonesia (PMI), 179 warga Madura, 12 santri pondok pesantren, dan 83 pasien umum.
Menurut Radian, kondisi pasien Covid-19 di RSLI rata-rata tanpa gejala, gejala ringan, dan sedang. Hasil dari konfirmasi swab polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan, cycle threshold (CT) value mereka di bawah 25. Artinya, virus yang ada pada diri pasien Covid-19 berpotensi besar menular.
Pihaknya telah bekerja sama dengan Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Kerja sama itu dilakukan untuk penelitian sampel spesimen pasien Covid-19 yang dirawat di RSLI. Sebab, dari gejala yang dialami pasien di RSLI, ada yang mengarah ke mutasi virus. ”Salah satu ciri varian baru itu, CT value-nya rendah sekali, tingkat infeksiusnya tinggi,” ujarnya.
Meski jumlah pasien terus membeludak, pihaknya tidak kewalahan. ”Performa nakes dan relawan masih cukup baik,” imbuhnya.
Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan meng-update informasi warga yang dirawat di RSLI. Terutama mendata kebutuhan warga Kota Salak yang ditampung di RSLI. ”Terkait kebutuhan-kebutuhan itu masalah teknis. Tetapi, akan kami atur,” katanya.
Kudus Tingkatkan Kewaspadaan
Varian baru virus Covid-19 Delta atau B1617 sudah terdeteksi di Kudus. Hal itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium terhadap 34 spesimen. Hasilnya, 28 spesimen terkonfirmasi positif jenis virus varian baru yang muncul di India. ’’Uji spesiman dilakukan di Laboratorium UGM Jogjakarta,” kata Bupati Kudus Hartopo seperti dilansir Jawa Pos Radar Kudus.
Masalah tersebut telah dibahas dalam rakor bersama Kemenkes, gubernur Jawa Tengah, Kapolda, dan Pangdam pada Sabtu malam (12/6). Hartopo mengatakan, dalam rapat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan untuk menerapkan mikro lockdown di tingkat RT maupun desa. Juga, menyiapkan isolasi secara terpusat terlebih dahulu. Pemkab Kudus sudah memiliki lokasi karantina secara terpusat. Salah satunya di rusunawa.
Namun, kata dia, Pemkab Kudus kekurangan SDM. Karena itu, Hartopo meminta tambahan tenaga dari provinsi untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Hartopo menyebutkan, persebaran jenis virus varian baru itu begitu cepat daripada jenis sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak panik, tapi tetap waspada.
Gubernur Ganjar menindaklanjuti temuan varian baru itu dengan uji genome sequencing di daerahnya. ”Maka, ini serius untuk semuanya jangan pernah melepas masker, apalagi ketika berkerumun,” pintanya.
Ganjar meminta masyarakat Jawa Tengah membantu pemerintah dalam mencegah persebaran Covid-19. Di Kudus, Ganjar mengusulkan ada gerakan lima hari di rumah saja. ’’Kalau masyarakat tidak mendukung ini, nanti kucing-kucingan terus. Ingat, varian baru sudah masuk Kudus. Catat itu, sudah masuk Kudus,” tegasnya.
Baca juga: Dari Dokter, Ahli Gizi, sampai Apoteker untuk Kudus
Varian baru itu dituding menjadi faktor cepatnya persebaran Covid-19 di Kudus dalam tiga minggu terakhir. Ganjar berharap gerakan lima hari di rumah saja bisa meminimalkan mobilitas masyarakat demi mencegah penularan virus itu. ”Ini betul-betul kita harus bareng-bareng memotong Covid-19 di Kudus. Kami akan membantu. Pusat juga akan membantu, jangan khawatir. Dan, saya juga berkomunikasi dengan yang di sekitar Kudus, ada yang di Grobogan, ada yang di Demak, dan Pati. Kami sampaikan semua,” ujarnya.

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
