Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juni 2021 | 22.11 WIB

Dari Dokter, Ahli Gizi, sampai Apoteker untuk Kudus

KE TEMPAT ISOLASI: Seorang ASN bersama anggota keluarga masuk ke bus sekolah milik Dishub Kudus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin. (AKHMAD NAZARUDDIN LATHIF/ANTARA) - Image

KE TEMPAT ISOLASI: Seorang ASN bersama anggota keluarga masuk ke bus sekolah milik Dishub Kudus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin. (AKHMAD NAZARUDDIN LATHIF/ANTARA)

JawaPos.com - Ibarat peperangan, Kudus tengah menghadapi lawan yang berat bernama Covid-19. Karena itu, bantuan berupa apa pun untuk bisa menundukkan lawan sangatlah dibutuhkan.

Baik berupa tempat perawatan, tempat isolasi, maupun tenaga kesehatan (nakes). Misalnya, sudah puluhan pasien dari Kudus yang dibawa ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, untuk menjalani isolasi. Sebelumnya, sejumlah pasien asal Kota Keretek itu juga dirawat di rumah sakit di Semarang.

Kudus juga mendapatkan bantuan tenaga kesehatan.

Seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Kudus kemarin (8/6), kiriman nakes itu datang dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng), RS Moerwadi, Kesdam IV/Diponegoro, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan IDI Provinsi Jateng. Jumlahnya 81 orang.

Nakes itu terdiri atas analis, dokter umum, dokter spesialis paru-paru, dokter spesialis patologi klinik, program pendidikan dokter spesialis (PPDS) pulmonologi, PPDS penyakit dalam, gizi, perawat, dan apoteker.

Plh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Masud mengatakan, para nakes itu sudah ditempatkan di beberapa rumah sakit dan tempat isolasi utama, yakni Akbid Kudus dan rusunawa. Mereka difasilitasi mes (hotel) karena rata-rata berdomisili luar kota.

”Untuk bantuan nakes, paling banyak jumlahnya perawat dengan 48 orang. Kemudian, tenaga analisnya berjumlah 10 dan ahli gizi serta apoteker dari Dinas Kesehatan Jateng,” jelasnya.

Sementara itu, bantuan 14 dokter terdiri atas 2 dokter spesialis dan 12 dokter umum. Penempatan berada di rumah sakit seluruh Kabupaten Kudus dan lokasi isolasi yang ditunjuk Pemkab Kudus.

”Kami juga masih menjemput pasien terpapar Covid-19 yang isolasi mandiri ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali,” imbuhnya.

Sementara itu, Santri Gayeng Nusantara (SGN) berkolaborasi dengan Polres Kudus berkeliling Kudus sembari mengedukasi masyarakat untuk mematuhi 5M sekaligus menyemprotkan ekoenzim. Rutenya dari Balai Desa Golantepus, Jalan Pati–Kudus, kota, Pejagan, Pentol, Balai Jagong, Taman Krida, hingga Alun-Alun Simpang Tujuh. Acara dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30.

Baca juga: Pemprov Jateng Siapkan 29 Bus Angkut Pasien OTG Kudus

Tak hanya di jalan, sosialisasi prokes itu juga dilakukan di pasar. Yakni, Pasar Bitingan dan Kliwon. Ketua SGN Kudus Nur Taufiq menyebutkan, aksi itu sekaligus membuktikan bahwa santri peduli terhadap situasi yang melanda Kudus saat ini.

Nur Taufiq menyatakan, upaya tersebut dilakukan agar masyarakat sadar dan memiliki keinginan supaya Kudus membaik. Kembali menjadi zona hijau. Terkait dengan penyemprotan ekoenzim, dia sengaja memakai itu. Sebab, bisa membersihkan udara. ” Ekoenzim kami buat sendiri. Dari buah-buahan yang difermentasi,” terangnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore