Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 16.01 WIB

Menko PMK Tekankan Masyarakat Optimalkan Peran Zakat untuk Pemerataan Ekonomi dan Ketimpangan Sosial

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy Menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat Nasional. /Instagram @muhadjir_effendy - Image

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy Menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat Nasional. /Instagram @muhadjir_effendy

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan bahwa zakat memiliki peran strategis.

Peran tersebut mencakup penciptaan pemerataan ekonomi dan penanggulangan ketimpangan sosial di masyarakat.

Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato penutup Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat Nasional.

Rapat tersebut diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) di Discovery Hotel Jakarta.

Menko PMK menyatakan bahwa zakat bukan hanya sekedar kewajiban keagamaan, tetapi juga mekanisme efektif untuk mencapai keadilan sosial.

Lembaga amil zakat, terutama BAZNAS, perlu memahami dan mengikuti perkembangan ekonomi nasional untuk mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia.

Muhadjir Effendy berpendapat bahwa data ekonomi, seperti GNI dan GDP, dapat menjadi landasan bagi lembaga zakat untuk menentukan distribusi zakat secara lebih efektif.

Muhadjir Effendy menyarankan agar BAZNAS bekerja sama dengan pemerintah untuk memanfaatkan data kondisi perekonomian dan jumlah penduduk miskin yang telah dipetakan.

"Indikator seperti GNI dan GDP bisa dimanfaatkan dan berkoordinasi ke Kemenkeu, ini untuk membuat peta bagaimana distribusi zakat,” tutur Menko PMK.

"Nanti kalau data orang miskin bisa tanya ke Kemenko PMK soal data P3KE," ungkap Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut, Menko Muhadjir Effendy menekankan perlunya pendekatan inovatif dan kreatif dalam pengelolaan zakat.

Dia mendorong agar dana zakat tidak hanya digunakan untuk kepentingan amil zakat, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan memberdayakan masyarakat.

"Keberadaan zakat ini akan lebih baik jika dihibahkan terbanyak untuk kepentingan produktif dan pemberdayaan masyarakat," ucapnya.

Dalam visi kedepannya, Muhadjir Effendy mengarahkan BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya untuk fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem.

Tak kalah penting, penurunan prevalensi stunting, serta memberikan afirmasi pada kelompok difabel dan lansia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore