Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 17.46 WIB

Hashim: Jika Prabowo tak Bergabung Dengan Jokowi, Bisa Terjadi Perang Saudara

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meninjau pembangunan gedung utama dan fasilitas pendidikan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (29/10). - Image

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meninjau pembangunan gedung utama dan fasilitas pendidikan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (29/10).

 
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusumo menceritakan momentum Prabowo Subianto memutuskan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada 2019 silam. Hashim menyebut, keputusan itu dibuat Prabowo dengan matang.
sabik
Hashim mengatakan, sebelum memutuskan bergabung, Prabowo menyadari betul bahwa akan kehilangan banyak pendukung. Sebab, sudah dua kali Pilpres, Prabowo dan Jokowi bersaing ketat.
 
"Pada saat itu banyak pendukung Prabowo marah sekali. Kecewa sekali. Mereka bilang Prabowo pengkhianat. Prabowo meninggalkan perjuangan," kata Hashim kepada wartawan, Kamis (16/11).
 
 
Keputusan ini tidak mudah diambil Prabowo. Seban, kakaknya memprediksi sebagian pendukungnya akan hilang.
 
"Tidak gampang seorang seperti Prabowo mengambil keputusan untuk ikut dalam pemerintahan. Karena dia tahu, dan dia bilang ke saya. 'kalau saya masuk pemerintahan, saya akan hilang lebih dari separuh dari pendukung saya'. Lebih dari separuh pendukung dia, 30 juta orang akan lari, tang kecewa dengan dia," jelas Hashim.
 
Meski begitu, Prabowo memutuskan tetap bergabung demi kepentingan bangsa dan negara. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, Prabowo khawatir terjadi perpecahan.
 
"Kalau dia tidak ikut dalam pemerintahan Jokowi, kemungkinan besar Indonesia bisa pecah. Kita bisa rusuh, dan kemungkinan juga Indonesia jatuh ke perang saudara," imbuhnya.
 
Hashim saat itu diajak berbicara empat mata oleh Prabowo mengenai pengambilan keputusan tersebut. Dalam perbincangan itu Prabowo menyampaikan tak mau Indonesia bernasib seperti Yaman, Syria, Libya, Irak atau Sudan yang dilanda perang saudara.
 
"Sekarang mereka akibatnya begitu. Egonya tinggi, maka ratusan ribu rakyatnya menderita, hilang rumahnya, hilang nyawa nya dan banyak juga cacat karena perang. Kakak saya tidak mau Rakyat kita sama nasibnya seperti Irak, seperti Suriah, seperti Yaman dan seperti Libya," pungkas Hashim.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore