Kraton Yogyakarta, satu di antara tempat wisata yang dekat dengan Stasiun Tugu Jogja.
JawaPos.com – Pangeran Edward, adik Raja Charles III bakal melakoni Royal Visit ke Indonesia pada 24 November mendatang. Keturunan atau trah dari Sultan Hamengkubuwono II (HB II) tidak sabar menunggu kehadiran Pangeran Edward.
Mereka bakal menagih pengembalian aset Kraton Yogyakarta yang dirampas Inggris saat pertempuran Geger Sepehi pada 19 Juni 1812 silam. Aspirasi dari trah Sultan HB II itu disampaikan perwakilan keluarga yang Bernama Fajar Bagoes Poetranto.
"Trah Sultan HB II akan terus memperjuangkan dikembalikannya harga milik Kraton Yogyakarta di saat pemerintahan Sri Sultan HB II kepada kami sebagai ahli warisnya," katanya pada Selasa (14/11).
Bagoes mengatakan, koleksi atau harga rampasan itu sangat beragam. Merujuk dari catatan sejarawan Peter Carey, harga rampasan itu sangat banyak dan beragam.
Diantaranya adalah emas perhiasan sekitar 350 kg. kemudian juga ada koleksi naskah kuno atau manuskrip. Selain itu juga ada sejumlah artefak.
"Kami siap melakukan pembuktian kepemilikan," katanya. Selain itu dia juga berharap ada permintaan maaf dari Kerajaan Inggris kepada keturunan Sri Sultan HB II.
Bagoes mengatakan, saat ini ada sekitar 7.500 manuskrip kuno hasil rampasan yang tersimpan di berbagai museum di Inggris. Menurutnya keluarga Sri Sultan HB II adalah pemilik sah serta pemegang hak intelektual dari karya-karya kuno tersebut.
Dia menjelaskan, rencana kunjungan Pangeran Edward ke Indonesia sangat positif. Yaitu mendorong pemberdayaan anak-anak di Indonesia.
Namun upaya positif itu tidak ada artinya, jika Kerajaan Inggris belum menyelesaikan pengembalian perampasan aset-aset Kraton Yogyakarta pada peristiwa Geger Sapehi itu. Secara khusus Bagoes juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya keluarganya.
Kemudian kepada para generasi muda saat ini, dia juga berharap bisa ikut peduli dengan persoalan bangsa. Khususnya terhadap nilai-nilai perjuangan melawan kolonialisme pada masa Sri Sultan HB II dahulu kala.
Seperti diketahui Geger Sepehi adalah peristiwa penyerangan Kraton Yogyakarta oleh Inggris. Peristiwa ini terjadi pada 19-20 Juni 1812 silam. Tujuan dari serangan ini adalah menggulingkan Sultan Hamengkubuwana II sebagai Sultan Kraton Yogyakarta saat itu.
Kata Sepehi adalah untuk sebutan untuk pasukan Sepoy. Penyerbuan itu melibatkan 1.200 orang prajurit.
Mereka berasal dari Inggris, Sepoy, serta dibantu 800 orang prajurit Legiun Mangkunegaran. Serangan itu tidak hanya membawa korban jiwa. Tetapi harta Kraton Yogyakarta juga ikut jadi barang rampasan perang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
