Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 03.25 WIB

Sambut Kunjungan Pangeran Edward, Trah Sultan HB II Tagih Pengembalian Aset Sitaan Geger Sepehi

Kraton Yogyakarta, satu di antara tempat wisata yang dekat dengan Stasiun Tugu Jogja.

JawaPos.com – Pangeran Edward, adik Raja Charles III bakal melakoni Royal Visit ke Indonesia pada 24 November mendatang. Keturunan atau trah dari Sultan Hamengkubuwono II (HB II) tidak sabar menunggu kehadiran Pangeran Edward.

Mereka bakal menagih pengembalian aset Kraton Yogyakarta yang dirampas Inggris saat pertempuran Geger Sepehi pada 19 Juni 1812 silam. Aspirasi dari trah Sultan HB II itu disampaikan perwakilan keluarga yang Bernama Fajar Bagoes Poetranto.

"Trah Sultan HB II akan terus memperjuangkan dikembalikannya harga milik Kraton Yogyakarta di saat pemerintahan Sri Sultan HB II kepada kami sebagai ahli warisnya," katanya pada Selasa (14/11).

Bagoes mengatakan, koleksi atau harga rampasan itu sangat beragam. Merujuk dari catatan sejarawan Peter Carey, harga rampasan itu sangat banyak dan beragam.

Diantaranya adalah emas perhiasan sekitar 350 kg. kemudian juga ada koleksi naskah kuno atau manuskrip. Selain itu juga ada sejumlah artefak.

"Kami siap melakukan pembuktian kepemilikan," katanya. Selain itu dia juga berharap ada permintaan maaf dari Kerajaan Inggris kepada keturunan Sri Sultan HB II.

Bagoes mengatakan, saat ini ada sekitar 7.500 manuskrip kuno hasil rampasan yang tersimpan di berbagai museum di Inggris. Menurutnya keluarga Sri Sultan HB II adalah pemilik sah serta pemegang hak intelektual dari karya-karya kuno tersebut.

Dia menjelaskan, rencana kunjungan Pangeran Edward ke Indonesia sangat positif. Yaitu mendorong pemberdayaan anak-anak di Indonesia.

Namun upaya positif itu tidak ada artinya, jika Kerajaan Inggris belum menyelesaikan pengembalian perampasan aset-aset Kraton Yogyakarta pada peristiwa Geger Sapehi itu. Secara khusus Bagoes juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya keluarganya.

Kemudian kepada para generasi muda saat ini, dia juga berharap bisa ikut peduli dengan persoalan bangsa. Khususnya terhadap nilai-nilai perjuangan melawan kolonialisme pada masa Sri Sultan HB II dahulu kala.

Seperti diketahui Geger Sepehi adalah peristiwa penyerangan Kraton Yogyakarta oleh Inggris. Peristiwa ini terjadi pada 19-20 Juni 1812 silam. Tujuan dari serangan ini adalah menggulingkan Sultan Hamengkubuwana II sebagai Sultan Kraton Yogyakarta saat itu.

Kata Sepehi adalah untuk sebutan untuk pasukan Sepoy. Penyerbuan itu melibatkan 1.200 orang prajurit.

Mereka berasal dari Inggris, Sepoy, serta dibantu 800 orang prajurit Legiun Mangkunegaran. Serangan itu tidak hanya membawa korban jiwa. Tetapi harta Kraton Yogyakarta juga ikut jadi barang rampasan perang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore