Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 16.17 WIB

Unjuk Gigi dalam Sidang Umum UNESCO ke-42, Kemendikbudristek: Indonesia Dorong Masa Depan Berkelanjutan

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti saat menyampaikan pidatonya di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis pada Jumat (10/10). - Image

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti saat menyampaikan pidatonya di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis pada Jumat (10/10).

JawaPos.com - Indonesia unjuk gigi di panggung internasional dengan peran aktifnya di dalam Sidang Umum UNESCO ke-42.

Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan, dan komunikasi serta informasi yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis pada Jumat (10/10).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti menyampaikan bahwa Indonesia mengajak semua negara anggota UNESCO untuk bersatu mengedepankan perdamaian dalam upaya meningkatkan kolaborasi dan pencapaian pada pilar-pilar utama UNESCO.

Dia juga menekankan komitmen Indonesia terhadap reformasi pendidikan global melalui implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang dirancang dalam program Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development - ESD). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menekankan inklusivitas, dan memberikan akses pendidikan yang berkualitas tinggi untuk semua tanpa terkecuali.

Tidak hanya itu, kebijakan ini telah merumuskan Kurikulum Merdeka yang memungkinkan pembelajaran lebih fleksibel, mencegah siswa tertinggal, dan memasukkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs) sebagai bagian integral dari pendidikan.

Dalam keterangan pers Kemendikbudristek, Minggu (12/10), Indonesia juga saat ini tengah merancang Inisiatif Nasional yang akan diajukan pada pertemuan ESD-Net 2030 Global Meeting di Tokyo, Jepang pada bulan Desember mendatang.

Sebagai bagian dari upaya penanganan kekurangan guru dan peningkatan kualitas guru, Indonesia memprioritaskan perekrutan satu juta guru sejak tahun 2021. Inisiatif ini ke depannya dapat mendukung program perbaikan, menyediakan akses lebih baik ke dana pemerintah, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan meningkatkan sistem pendidikan secara keseluruhan.

Sementara dalam konteks perguruan tinggi, Indonesia mendorong kolaborasi lintas sektor dengan memberikan kesempatan magang, proyek, dan pertukaran bagi lebih dari 760.000 mahasiswa sarjana, baik di dalam negeri maupun internasional. Upaya ini telah membawa manfaat untuk mencari pekerjaan yang lebih singkat dan gaji awal yang lebih tinggi bagi mahasiswa yang berpartisipasi.

Menduduki posisi keempat sebagai sistem pendidikan terbesar di dunia, Indonesia telah mengambil langkah maju dalam memanfaatkan teknologi untuk transformasi pendidikan.

“Indonesia telah mengembangkan berbagai platform digital yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus sekolah, guru, dan siswa, memastikan pendekatan pendidikan yang komprehensif dan termodernisasi,” tambah Suharti.

Dalam mendukung keberagaman budaya, Indonesia memiliki 10 Situs Warisan Dunia dan lebih dari 11 ribu warisan budaya tak benda yang 12 di antaranya sudah diakui oleh UNESCO. Dengan banyaknya budaya yang tersebar dari Sabang-Merauke, Indonesia mendorong pendekatan inovatif melalui Dana Abadi Kebudayaan dan memperkuat komitmen terhadap persatuan dalam keberagaman.

Mengembangkan diskusi ini pada acara Mondiacult 2022, Indonesia mengakui peran sentral budaya dalam mengatasi krisis global dan berencana untuk mengadakan konferensi internasional pada bulan Agustus tahun depan. Konferensi ini akan mengeksplorasi bagaimana sumber daya budaya Indonesia dapat berkontribusi dalam mengelola krisis multidimensional.

“Dukungan Anda dalam menghadiri acara ini sangat berharga” imbuh Suharti.
 
Sebagai negara megabiodiversitas, tambah Suharti, Indonesia memahami tanggung jawabnya dalam menjaga kelestarian kekayaan alamnya melalui berbagai program UNESCO. Indonesia berkomitmen untuk inovasi dan penelitian yang inklusif guna pemanfaatan sumber daya berkelanjutan di berbagai sektor, mendukung konservasi biodiversitas, dan inisiatif ekonomi hijau dan biru.
 
Oleh karena itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum di Bali pada tahun 2024, menekankan kolaborasi global dalam menghadapi tantangan kritis terkait air. Dukungan dan partisipasi negara anggota UNESCO dalam acara ini menjadi kunci untuk memastikan keberhasilannya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore