
rieke diah pitaloka- MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
JawaPos.com - Kritisi pendataan sistem pertanian Indonesia, Anggota Komisi 6 DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan jika pendanaan program pertanian sejauh ini tidak transparan penyediaannya.
Rieke Diah Pitaloka juga meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera memperbaiki pendataan sistem yang kurang transparan tersebut.
Kemudian Rieke Diah Pitaloka menyampaikan bahwa ketika data yang dihasilkan bukan data yang akurat, menurutnya hal itu bisa terindikasi kuat adanya sebuah korupsi dari sektor pendataan.
"Ketika data yang dihasilkan bukan data yang akurat, pertama, ini indikasi kuat adanya korupsi dari sektor pendataan," kata Rieke seperti yang dikutip JawaPos.com dari laman dpr.go.id, Selasa (7/11).
"Kalau tidak seperti itu, saya minta pembuktian terbalik di mana datanya yang menghabiskan triliunan rupiah uang rakyat?" imbuhnya.
Lantaran Rieke menilai jika sebuah data yang dihasilkan bukanlah data yang akurat, maka ada kemungkinan akan berimplikasi pada kebijakan lainnya, termasuk soal pangan dan alokasi anggaran di sektor pangan. Menurutnya, sedangkan pendataan sistem pertanian menggunakan anggaran yang tidak sedikit.
Rieke berujar ketika data yang digunakan dari hasil pertanian tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dengan data yang akurat, aktual dan relevan.
Katanya, hal itu bisa terindikasi kuatnya data tersebut justru dipergunakan sebagai legitimasi untuk penyalahgunaan anggaran negara di sektor pangan.
"Ketika data yang digunakan hasil pertanian tadi tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah merupakan data yang akurat, aktual dan relevan. Maka indikasi kuatnya data itu justru dipergunakan sebagai legitimasi untuk penyalahgunaan anggaran negara di sektor pangan," tutur perempuan yang dikenal dengan pemeran Oneng dalam serial sinetron Bajaj Bajuri ini.
Karena hal itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut meminta agar Kementan juga untuk terbuka ke publik terkait dengan prosedur dan mekanisme yang digunakan dalam pendataan.
Sehingga ada transparansi terkait penggunaan anggaran tersebut yang diharapkan sesuai dengan penyediaannya.
Ia menegaskan untuk meminta Kementan segera membuka ke publik sesuai prosedur dan mekanismenya ketika data sudah direproduksi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
