
DONGKRAK ELEKTABILITAS: Khofifah Indar Parawansa menerima gelar doktor honoris causa (HC) dalam bidang ilmu ekonomi dari Unair.
JawaPos.com - Nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa makin sering muncul dalam pusaran pilpres. Sebab, elektabilitas dan popularitasnya masuk di jajaran papan atas beberapa lembaga survei.
Di tengah dinamika bursa cawapres itu, kemarin (15/10) Khofifah hadir di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya. Dia menerima penghargaan doktor honoris causa di bidang ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair).
Khofifah tampak didampingi seluruh keluarga. Ada juga Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan seluruh kepala OPD Pemprov Jatim.
”Terima kasih atas dukungan keluarga saya. Tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Khofifah saat diwawancarai Jawa Pos.
Selain untuk keluarga, Khofifah menuturkan bahwa gelar tersebut dipersembahkan untuk para pendamping PKH (program keluarga harapan) di Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, mereka telah membantu ketua IKA Unair itu saat dia menjabat menteri sosial (Mensos).
Penghargaan sebagai doktor honoris causa memang tak terlepas dari kiprah Khofifah sebagai Mensos. Selama menjadi menteri, Khofifah memelopori sejumlah hal. Salah satunya berkaitan dengan reformasi sistem perlindungan sosial.
Khofifah berupaya menata sistem pemberian bantuan. Dia menggagas perubahan beras miskin (raskin) menjadi beras sejahtera (rastra). ”Tujuannya, kesannya lebih positif,” ujar Khofifah.
Dalam orasi ilmiahnya kemarin, Khofifah memaparkan beberapa hal. Ada sejumlah langkah strategis dalam reformasi sistem perlindungan sosial. Bukan hanya transformasi basis data terpadu (BDT), tetapi juga melalui penyempurnaan penyaluran bantuan secara nontunai. Khofifah juga menekankan pentingnya integrasi program-program perlindungan sosial.
Dian Agustia selaku penilai menyampaikan dasar-dasar pertimbangan untuk mengukuhkan gelar kehormatan. Khofifah pernah menjadi menteri termuda. Pemikirannya di bidang ekonomi untuk reformasi sistem perlindungan sosial turut menurunkan kemiskinan.
”Ada dampak positif dari reformasi sistem,” ungkap Dian. Menurut dia, pengukuhan itu tak ujug-ujug. Sebelumnya, ada sembilan penilai yang memberikan penilaian. Hasilnya, Khofifah dinilai layak menerima penghargaan.
Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih menyatakan, Khofifah layak mendapatkan penghargaan. Sebab, kontribusinya untuk masyarakat cukup besar. Terutama kepada warga Jatim. ”Bu Gubernur adalah sosok yang adaptif, resilient, dan selalu menemukan cara untuk memecahkan persoalan,” kata Nasih. (hen/c14/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
