Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Oktober 2023 | 18.04 WIB

Raih Gelar Doktor Honoris Causa, Khofifah Indar Parawansa Ingat Pendamping PKH

DONGKRAK ELEKTABILITAS: Khofifah Indar Parawansa menerima gelar doktor honoris causa (HC) dalam bidang ilmu ekonomi dari Unair. - Image

DONGKRAK ELEKTABILITAS: Khofifah Indar Parawansa menerima gelar doktor honoris causa (HC) dalam bidang ilmu ekonomi dari Unair.

JawaPos.com - Nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa makin sering muncul dalam pusaran pilpres. Sebab, elektabilitas dan popularitasnya masuk di jajaran papan atas beberapa lembaga survei.

Di tengah dinamika bursa cawapres itu, kemarin (15/10) Khofifah hadir di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya. Dia menerima penghargaan doktor honoris causa di bidang ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair).

Khofifah tampak didampingi seluruh keluarga. Ada juga Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan seluruh kepala OPD Pemprov Jatim.

”Terima kasih atas dukungan keluarga saya. Tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Khofifah saat diwawancarai Jawa Pos.

Selain untuk keluarga, Khofifah menuturkan bahwa gelar tersebut dipersembahkan untuk para pendamping PKH (program keluarga harapan) di Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, mereka telah membantu ketua IKA Unair itu saat dia menjabat menteri sosial (Mensos).

Penghargaan sebagai doktor honoris causa memang tak terlepas dari kiprah Khofifah sebagai Mensos. Selama menjadi menteri, Khofifah memelopori sejumlah hal. Salah satunya berkaitan dengan reformasi sistem perlindungan sosial.

Khofifah berupaya menata sistem pemberian bantuan. Dia menggagas perubahan beras miskin (raskin) menjadi beras sejahtera (rastra). ”Tujuannya, kesannya lebih positif,” ujar Khofifah.

Dalam orasi ilmiahnya kemarin, Khofifah memaparkan beberapa hal. Ada sejumlah langkah strategis dalam reformasi sistem perlindungan sosial. Bukan hanya transformasi basis data terpadu (BDT), tetapi juga melalui penyempurnaan penyaluran bantuan secara nontunai. Khofifah juga menekankan pentingnya integrasi program-program perlindungan sosial.

Dian Agustia selaku penilai menyampaikan dasar-dasar pertimbangan untuk mengukuhkan gelar kehormatan. Khofifah pernah menjadi menteri termuda. Pemikirannya di bidang ekonomi untuk reformasi sistem perlindungan sosial turut menurunkan kemiskinan.

”Ada dampak positif dari reformasi sistem,” ungkap Dian. Menurut dia, pengukuhan itu tak ujug-ujug. Sebelumnya, ada sembilan penilai yang memberikan penilaian. Hasilnya, Khofifah dinilai layak menerima penghargaan.

Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih menyatakan, Khofifah layak mendapatkan penghargaan. Sebab, kontribusinya untuk masyarakat cukup besar. Terutama kepada warga Jatim. ”Bu Gubernur adalah sosok yang adaptif, resilient, dan selalu menemukan cara untuk memecahkan persoalan,” kata Nasih. (hen/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore