Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 18.34 WIB

Tak Ingin Gegabah, Kemenlu Tunggu Situasi Aman Saat Evakuasi WNI dari Palestina 

Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina. - Image

Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina.

 
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Palestina akan dilakukan saat situasi di negeri tersebut sudah aman.
 
Retno juga telah meminta dukungan dari Palang Merah Internasional (ICRC) untuk membantu evakuasi WNI dari Jalur Gaza di Palestina, yang menjadi target utama serangan udara militer Israel.
 
“Kita sudah ada datanya (jumlah WNI), rencana evakuasi juga sudah ada, hanya saja situasi belum memungkinkan terjadinya pergerakan,” kata Retno ketika ditemui di sela-sela KTT AIS Forum di Nusa Dua, Bali, pada Rabu (11/10) seperti dikutip dari Antara.
 
Selain dengan ICRC, Menlu juga melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan keselamatan para WNI.
 
“Karena prioritas utama adalah melakukan evakuasi WNI dengan selamat,” tegas Retno.
 
Menlu Retno juga telah melakukan kontak dengan Brazil selaku Presiden Dewan Keamanan PBB saat ini, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta dengan Filipina yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, Israel.
 
 
Sementara itu kedutaan besar RI di Amman, Beirut, dan Kairo disiagakan penuh untuk memantau perkembangan situasi di wilayah konflik tersebut, serta untuk memastikan perlindungan bagi WNI yang terdampak.
 
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kemenlu RI menyatakan bahwa Indonesia sedang menyiapkan rencana evakuasi WNI dari Palestina dengan beberapa skenario.
 
Skenario tersebut mencakup kemungkinan mengevakuasi WNI melalui negara-negara terdekat Palestina, yaitu Yordania, Lebanon, dan Mesir.
 
“Saat ini pemerintah, melalui KBRI Amman, KBRI Beirut, dan KBRI Kairo sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi WNI yang berada di wilayah Palestina, khususnya 10 WNI yang ada di Jalur Gaza,” kata Juru Bicara Kemlu Lalu Muhammad Iqbal pada Selasa (10/10).
 
Berdasarkan data Kemlu, saat ini terdapat 45 WNI di Palestina, dengan 10 orang di antaranya ada di Jalur Gaza.
 
Selain itu, juga terdapat 230 WNI yang sedang melakukan wisata keagamaan di berbagai titik negara Israel dan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.
 
 
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mendesak agar perang antara Israel dan Palestina segera dihentikan, untuk menghindari bertambahnya korban dan hancurnya harta benda.
 
“Karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar. Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, harus segera diselesaikan sesuai parameter yang sudah disepakati PBB” ujar Presiden Jokowi ketika menyampaikan pernyataan pers terkait situasi terkini konflik Israel-Palestina pada Selasa (10/10).
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore