Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. (ANTARA/Yashinta Difa/aa)
JawaPos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia terus melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Beirut untuk memonitor situasi di Palestina serta menyiapkan rencana evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
Kemlu mengimbau WNI di Palestina dan Israel untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus menjalin komunikasi dengan perwakilan RI, yaitu KBRI.
Pihak pemerintah juga meminta WNI yang mengalami kondisi darurat untuk segera menghubungi hotline KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Beirut.
“Untuk lokasi yang masih memungkinkan pergerakan yang relatif aman, seperti beberapa titik di Israel, diminta para WNI untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, termasuk bagi para WNI wisatawan,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha yang dikutip JawaPos.com melalui Antara.
Dalam penyampaiannya, Nugraha menjelaskan bahwa situasi keamanan di lapangan tergantung lokasinya baik Palestina maupun Israel.
Masih dengan sumber yang sama, berdasarkan data terbaru yang diperoleh diketahui terdapat 45 WNI di Palestina yang terbagi menjadi dua posisi, yaitu 10 WNI berada di Gaza dan lainnya di Tepi Barat.
Selain WNI yang telah disebutkan, juga terdapat 230 WNI yang sedang melakukan wisata religi di berbagai titik di Israel. Namun hingga saat ini masih belum ada laporan WNI yang menjadi korban.
Dengan melihat situasi saat ini, Kemlu meminta WNI yang memiliki rencana kunjungan ke wilayah tersebut untuk menunda dan membatalkan perjalanannya, baik ke Palestina maupun Israel hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.
Upaya yang dilakukan Kemlu ini juga didukung penuh oleh Anggota Komisi DPR RI Christina Aryani. Ia mengaku prihatin dengan memanasnya situasi perang antara Israel dan Palestina yang menyebabkan banyak jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka.
Ia berharap agar rencana kontingen evakuasi WNI dari Palestina dan Israel dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana.
Karena perlu diketahui saat ini kelompok Hamas telah melancarkan serangan mengejutkan pada Sabtu (7/10) terhadap Israel dengan meluncurkan roket dan menyusupkan puluhan petempur ke kota-kota Israel di dekat Jalur Gaza.
Serangan Hamas telah menewaskan sekitar 700 warga Israel dan menculik puluhan orang di sana. Sehingga, serangan tersebut berhasil dibalas oleh Israel dengan pengeboman terbesar yang pernah terjadi di Gaza dan menyebabkan ribuan luka hingga menewaskan sekitar 400 warga.
***

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
