Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 21.03 WIB

Mirna Salihin Dikatakan Negatif Sianida 70 Menit Setelah Meninggal, Kok Bisa?

Sandy Salihin dan Mirna Salihin (Instagram made_s88).



JawaPoos.com - Adanya kandungan sianida dalam tubuh mendiang Mirna Salihin tiga hari setelah kematiannya dianggap janggal oleh pihak Jessica Wongso. Padahal 70 menit setelah Mirna meninggal, sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya menyatakan negatif sianida.

Terkait hal tersebut,  Shandy Handika selaku Jaksa yang menangani kasus meninggalnya Mirna Salihin memastikan hasil negatif itu keluar karena belum adanya pemeriksaan untuk kandungan sianida mengingat sampel yang diambil pada saat itu terlalu sedikit.

"70 menit setelah meninggal, itu diambil sampel lambung yang katanya diuji dan hasilnya negatif. Itu tidak lengkap informasi yang disampaikan ke publik," kata Shandy dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo.

 
Baca Juga: Muhammadiyah Minta Pemerintah RI Lebih Proaktif Selesaikan Konflik Israel-Palestina

"Yang diambil itu hanya 0,1 mililiter. Untuk menguji apakah ada pH, sianida, arsenik, kafein, itu butuh lebih banyak sampel. Sampel 0,1 itu hanya pengujian pH saja. Keluar dari lab hasilnya negatif karena memang itu tidak diuji. Yang disampaikan (pengacara Jessica) seolah diuji padahal tidak. Ini tidak diuji," imbuhnya.

Shandy Handika lebih lanjut mengatakan, berdasarkan keterangan dokter Slamet Purnomo, rongga mulut dan kerongkongan Mirna mengalami korosif."Kalau Mirna tidak minum racun, kenapa mulu dan kerongkongannya korosif?,"tuturnya.

Terkait temuan kandungan 0,2 miligram dalam tubuh Mirna Salihin yang dianggap sangat sedikit dan bahkan disebut tidak akan sampai mematikan, Shandy memberikan penjelasan berdasar keterangan saksi ahli yang terungkap dan menjadi fakta persidangan.

Menurutnya, temuan sianida dalam jumlah sedikit di dalam tubuh Mirna diakibatkan sudah dilakukan proses embalming atau pembalseman pada jenazah.

"Jangan berhenti hanya di 0,2 miligram. Karena 0,2 itu ditemukan tiga hari setelahnya dan itu setelah melalui proses pembalseman. Racun akan terurai pada saat proses embalming," tuturnya

"Kalau racun itu tidak sedemikian banyaknya, setelah proses embalming, pasti nol. Salah satu ahli mengatakan, karena racun sangat banyak, makanya masih ada 0,2. Harusnya nol," imbuhnya.
 
 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore