
Sebagian relawan karhutla Gunung Lawu utara mulai merasakan kelelahan. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
JawaPos.com – Pemadaman terhadap kebakaran Gunung Lawu sejak lebih dari sepekan lalu, sampai hari ini masih belum rampung.
Relawan yang diterjunkan untuk misi ini, mulai merasa lelah karena api tak kunjung padam.
Joko Riyanto, salah satu relawan Banser Tanggap Bencana (Bagana), mengungkapkan bahwa pemadaman kebakaran Gunung Lawu seolah tak habis-habis, lantaran api terus merembet dan meluas ke titik lain.
“Ketika titik-titik api besar berhasil dipadamkan, muncul api kecil di banyak titik,'' kata Joko, dilansir dari Radar Madiun (Jawa Pos Group), Selasa (10/10).
Hal tersebut tentu cukup menguras tenaga para relawan dan tim gabungan.
Ditambah lagi, diterpa dengan kondisi angin kencang dan cuaca yang kering, membuat pemadaman kebakaran Gunung Lawu semakin tidak terelakkan.
Karenanya, Joko dan rekan relawan lainnya berharap hujan segera turun agar memudahkan pemadaman api kebakaran Gunung Lawu.
“Kami berharap hujan segera turun agar api cepat padam,” imbuhnya.
Di samping kesulitan memadamkan api, kendala lain juga terjadi dalam proses pendistribusian logistik untuk para relawan dan tim gabungan.
Kabid Penanganan Bencana dan Migran Dinas Sosial Ngawi, Nur Hamid, mengungkapkan bahwa pihaknya setiap hari mengirim sebanyak 400 bungkus ke lokasi relawan.Baca Juga: Konflik Israel-Militan Hamas Makin Memanas, Kemlu Siapkan Rencana Evakuasi bagi WNI di Palestina
Mengingat medan yang terjal untuk menuju lokasi relawan pemadam kebakaran Gunung Lawu, Nur Hamid menyebut bahwa pihaknya juga kerap merasa kesulitan untuk mengantar logistik.
“Sebaran para relawan cukup luas dan medannya terjal,” ungkapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
