Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 19.25 WIB

Uniknya Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Aceh, Diperingati 90 Hari Penuh dengan Beragam Kuliner Khas

20 contoh ucapan selamat maulid Nabi 2023 yang bisa Anda bagikan di seluruh kanal media sosial. - Image

20 contoh ucapan selamat maulid Nabi 2023 yang bisa Anda bagikan di seluruh kanal media sosial.

JawaPos.com - Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi menjadi hari bersejarah yang banyak disambut meriah oleh para umat muslim.

Tak terkecuali di Indonesia, Maulid Nabi bak menjadi hari spesial yang kerap diperingati dengan beragam tradisi unik.

Sebagaimana di Aceh, wilayah paling utara dari Pulau Sumatera ini bahkan memperingati Maulid Nabi selama 90 hari berturut-turut.

Tak hanya itu, tradisinya juga cukup unik karena dimeriahkan dengan memasak beragam kuliner khas Aceh.

Dikutip dari NU Online, tradisi Maulid Nabi di Aceh diperingati selama tiga bulan terhitung sejak memasuki bulan Rabiul Awal.

Disebutkan oleh Ketua LPT PWNU Aceh, Tgk Muhammad Yasir, menyebutkan bahwa hal ini sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Aceh setiap tahunnya.

"Menurut Husaini Ibrahim, seorang sejarawan, meyakini perayaan tradisi Maulid tiga bulan sudah dilakukan sejak masa Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Iskandar Muda (1607-1636)," jelasnya.

"Ketika itu, Kesultanan Aceh mencapai kejayaan. Pada waktu itu, kerajaan sangat makmur dan perkembangan Islam maju pesat. Ulama-ulama menganjurkan peringatan Maulid sampai tiga bulan sebagai wujud kecintaan pada Rasulullah dan bentuk syiar Islam,’’ tambahnya.

Yasir menambahkan, peringatan Maulid Nabi di Aceh biasanya disambut selama tiga bulan berturut-turut.

Dalam hal ini masyarakat setempat biasanya menyebutnya dengan istilah Molot (maulid awal), Adoe Molot (maulid pertengahan) dan Molot Keuneulheueh (maulid akhir).

Ketua PW Ansor Aceh, Azwar A Gani juga menjelaskan peringatan Maulid Nabi di Aceh biasanya juga diputuskan dalam rapat desa.

Pada momen ini panitia akan berkeliling dari rumah ke rumah warga setempat untuk meminta sumbangan acara.

“Tapi dari keluarga miskin tidak dipungut biaya. Dana yang terkumpul dipakai untuk membeli tiga ekor sapi. Dagingnya dimasak kuwah beulangong untuk kemudian dibagikan ke semua rumah. Sisanya disantap bersama tamu undangan,’’ jelas Azwar.

Dalam peringatan Maulid Nabi, warga di Aceh juga akan berlomba-lomba mengadakan kenduri (syukuran).

Biasanya kenduri dilakukan dengan memasak makanan untuk dibawa ke masjid dan dibagikan untuk tamu undangan sembari berdzikir dan berdoa.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore