Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 16.45 WIB

BP Batam Beri Perpanjangan Relokasi, Warga Rempang Risau dan Tak Bisa Tidur Nyenyak

Warga Kampung Pasir Merah, Sembulang memasang spanduk penolakan relokasi, Kamis (28/9).

JawaPos.com – Konflik Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City belum usai. Hal ini karena warga tetap menolak adanya permintaan relokasi dari Badan Pengusaha(BP) Batam.

Badan Pengusaha(BP) Batam menyebutkan, tenggat waktu relokasi tidak jadi dilakukan, Kamis (28/9). Namun BP Batam justru memberikan pernyataan yang membuat warga di 16 titik kampung di Rempang semakin risau. Sebab tidak disebutkan batas waktu yang ditentukan untuk relokasi.

Masyarakat kampung Pasir Merah Sembulang, menyatakan tetap menolak relokasi,dan meminta pemerintah komitmen dengan janjinya dengan tidak membuat nasib masyarakat dihantui dengan relokasi atas Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.

Siti Hawa, 70, salah satu warga bersama warga lainnya menyampaikan Kampung Pasir Merah tidak akan mau digeser. Di sinilah warga lahir dan sudah turun temurun hidup di kampung tersebut. Ia bersama warga lainnya pun tak tertarik sedikit pun dengan janji yang diberikan pemerintah.

“Kami tetap menolak relokasi, dan kami tak tertarik sedikit pun dengan janji pemerintah mau buatkan kami rumah, sekarang bentuknya aja kami pun tak tau, diminta pula tinggal di rusun mana mau kami,” kata dia dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group) Jumat (29/9).

Mengenai tenggat waktu yang diperpanjang tanpa batas waktu oleh BP Batam, warga menolak dengan tegas perpanjangan waktu tersebut.

“Kami tetap tak mau diperpanjang seperti kata pemerintah. Intinya kami menolak, lebih baik cari lokasi pembangunan investasi itu di daerah lain, jangan paksa kami untuk bergeser,” ujar dia.

Sementara, Zubri ,46, warga asli Kampung Pasir Merah menyampaikan Pulau Rempang ini luas, sehingga alangkah baik dikembangkan dengan hidup berdampingan dengan warga.

“Kami setuju Rempang ini dikembangkan tetapi tidak dengan cara di geser kampung ini, biarlah warga bisa hidup di sini,” katanya.

Menurut dia, sejak terdengar informasi relokasi, warga tak bisa tidur nyenyak. Segala bentuk aktivitas tidak bisa dilakukan dengan konsentrasi, seperti melaut karena dihantui rencana relokasi ini.

“Karena ini panggilan jiwa kami untuk terus mempertahankan kampung ini sampai kapan pun,” terangnya.

Sementara itu, di lokasi yang akan dibangun perumahan bagi warga yang mau direlokasi tidak ada tanda-tanda pengerjaan, sehingga membuat keraguan di masyarakat semakin kuat.

Saat dijumpai, warga Tanjung Banun pun tidak mengetahui pasti rencana pemerintah yang akan membuatkan rumah bagi warga yang bersedia digeser.

Warga Kampung Tanjung Banun, Udin, 51, mengaku kampung ini memang tak terdampak pergeseran, tapi para warga tetap khawatir suatu saat bisa saja kampung ini terdampak.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore