Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 13.43 WIB

Rocky Gerung Bongkar Pemicu Konflik yang Terjadi di Pulau Rempang

Rocky Gerung saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan terkait penyelidikan dugaan kasus berita bohong di Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA) - Image

Rocky Gerung saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan terkait penyelidikan dugaan kasus berita bohong di Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA)

JawaPos.com - Akademikus dan filsuf Rocky Gerung belakangan ini mulai menyoroti konflik yang terjadi di Pulau Rempang.

Menurut Rocky Gerung, konflik yang terjadi di Pulau Rempang salah satu penyebabnya adalah program dari pemerintah itu sendiri.

"Jadi kalau kita lihat, seluruh peristiwa ini kan disebabkan karena ambisi Presiden," ujar Rocky Gerung, seperti dikutip JawaPos.com dari tayangan YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 14 September 2023.

Baca Juga: Kronologi Novi Bule Hampir Dikeroyok Massa Pendukung Rocky Gerung di Bareskrim Polri

"Menjadikan infrastruktur sebagai legasi dia dan kemudian dipatenkan mulai Omnibus Law," tambahnya.

Lebih lanjut, Rocky juga mengatakan, bahwa konflik Pulau Rempang merupakan salah satu pola penolakan rakyat yang akhirnya berujung kekerasan.

Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak mengerti hak masyarakat adat di Pulau Rempang, yang tidak mengalami ketenangan batin.

Baca Juga: Profil dan Biodata Noviana Kurniati: Wanita yang Labrak Rocky Gerung hingga Berakhir Dikejar Massa

"Dengan mengirim mereka ke rumah-rumah susun, itu artinya komunitasnya hilang," kata Rocky Gerung.

"Karena bau tanah, bau rumput, bau sawah, dan bau air sungai bagi masyarakat Melayu itu jauh lebih bening dan lebih wangi daripada seluruh janji pemerintah," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada pemerintah, bahwa komunitas itu merupakan satu kesatuan ekologis bukan sekadar satu kesatuan teknokratis yang bisa dengan mudah dipindahkan begitu saja.

Baca Juga: Tak Hanya Dikejar Massa usai Labrak Rocky Gerung, Noviana Kurniati Kini Jadi Bulan-bulanan Netizen

"Jadi sekali lagi hak otonomi, hak batiniah dari masyarakat itu tidak dipahami oleh pemerintah, nah itu yang digusur," tegasnya.

"Yang digusur bukan sekadar lahan mereka, tapi kultur mereka digusur, kebatinan mereka digusur," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keprihatinan atas kerusuhan di Pulau Rempang.

Baca Juga: Usai Labrak Rocky Gerung, Noviana Kurniati Kini Diserang Balik Massa di Mabes Polri

Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, konflik antara aparat keamanan dan warga Rempang itu tidak seharusnya terjadi jika warga setempat diajak bicara dan diberi solusi atas rencana pengembangan proyek Rempang Eco City oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

"Karena di sana sebenarnya sudah ada kesempatan bahwa warga akan diberi lahan 500 meter plus bangunan tipe 45, tetapi ini tidak dikomunikasikan dengan baik. Akhirnya menjadi masalah," ujar Jokowi, seperti dikutip JawaPos.com dari Antara pada Kamis, 14 September 2023. 

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore