
Pantauan JawaPos.com di Posko Basarnas, Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, (7/11). Sedikitnya 1.324 personel gabungan dikerahkan pada hari terakhir proses evakuasi
JawaPos.com - Proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Lion Air PK-LQP memasuki hari ke-10, tim search and rescue (SAR) mengerahkan ribuan personel gabungan untuk menemukan korban dan serpihan pesawat yang berada di perairan dan pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.
Pantauan JawaPos.com di Posko Basarnas, Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, (7/11). Sedikitnya 1.324 personel gabungan dikerahkan pada hari terakhir proses evakuasi.
Mereka terdiri dari unsur Basarnas 201 orang, KPLP 131 orang, Bakamla 18 orang, Pertamina 84 orang, Dishub Jakarta 15 orang, PMI 30 orang, Possi 10 orang, Bea Cukai 30 orang, BPPT 42 orang, Indonesia Diver 5 orang, TNI 524 personel, Polri 220 personel, dan potensi SAR gabungan 14 orang.
Selain itu, pada hari ke-10 ini sebanyak 176 orang penyelam melakukan penyisiran di dasar laut untuk menemukan korban, serpihan pesawat, dan black box cockpit voice recorder (CVR) yang masih tertimbun di dasar laut sedalam 30 sampai 40 meter.
Bahkan rencana hari terakhir proses pencarian korban di Pantai Tanjung Pakis diperluas. Untuk wilayah barat difokuskan dari Muara Bungin hingga Cagar Batavia, sedangkan wilayah timur sepanjang Pantai Carakan. Perluasan wilayah itu diperluas hingga sejauh 20 kilometer.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menuturkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai kinerja tim SAR gabungan yang telah bekerja selama sembilan hari melakukan evakuasi.
"Akan melihat apakah pencarian korban masih mungkin ditemukan, sudah ajak keluarga korban untuk memahami, supaya mereka tahu apa yang sudah dikerjakan," ujar Syaugi di Kantor Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, (6/11).
Syaugi belum bisa memastikan proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Lion Air JT 610 tetap dilanjutkan atau tidak.
"Tergantung evaluasi ya di lapangan maupun kita nanti rapat staf hari ini, penemuan gimana trennya turun atau mendekati," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
