Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 22.20 WIB

Potensi Stunting Masih Tinggi, Di Papaua Masih Ada Satu Keluarga Punya Sebelas Anak

Menko PMK Muhadjir Effendy saat hadir membuka Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII). - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy saat hadir membuka Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII).

 
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyoroti banyaknya anak di dalam satu keluarga di wilayah Papua Tengah. Bahkan ada 1 keluarga yang memiliki anak sampai dengan 11 orang. Namun, di antaranya ada yang mengalami stunting. 
 
Dari penjelasan kepala keluarga didapatkan bahwa keluarga tersebut masih mengamini pepatah 'banyak anak banyak rezeki'. Banyaknya anak yang dimiliki adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh ditolak. 
 
Muhadjir mengkhawatirkan, dengan banyaknya anak tersebut kebutuhan gizi masing-masing anak tidak bisa terpenuhi dengan baik dan anak terancam mengalami stunting. Karena itu, menjadi tanggung jawab bagi pemerintah, tokoh kampung dan pemuka agama setempat untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan dan perencanaan jumlah anak dan pemenuhan gizi pada anak.
 
Anak terlalu banyak dan terlalu dekat jarak kelahirannya menjadi faktor risiko stunting karena keterbatasan kemampuan pengasuhan orang tua.
 
Baca Juga: Polemik Dana Stunting, Stranas PK Sebut SIPD Mampu Integrasikan Anggaran Pusat ke Daerah                                                                                               
 
"Itu soal ketidaktahuan dan budaya dan perlu banyak diberi pemahaman. Karena kita masyarakat yang agamis, menjadi tanggung jawab dari Pak Kepala Kampung dan Pak Pendeta untuk memberikan pemahaman bahwa punya anak harus direncanakan sesuai kemampuan keluarga dan perlu melahirkan generasi yang, sehat, kuat, dan cerdas sesuai ajaran agama," ujar Muhadjir di Mimika, Papua Tengah, Senin (7/8).
 
 
Muhadjir berpendapat, untuk memberikan pemahaman dan penyadaran masyarakat mengenai pengaturan kelahiran, pemenuhan gizi, juga perlu peran dari para pendamping keluarga, juga tenaga kesehatan yang ada di kampung.
 
"Tugasnya dari pendamping keluarga kepala kampung memberikan semacam penyadaran bertapa pentingnya mengatur kelahiran dan menjaga gizi anak-anaknya agar nanti betul-betul menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas," ujarnya.
 
Menko PMK juga meminta pihak dinas kesehatan kesehatan dan Puskesmas Kampung untuk memberikan bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) berbahan pangan lokal yang kaya protein hewani untuk balita dan ibu hamil, serta sosialisasi dan edukasi makanan sehat untuk anak. 
 
Kemudian, untuk pihak kampung diminta supaya memberikan bantuan sosial dari dana desa bagi mereka yang memiliki banyak anak tetapi tidak bisa memenuhi kecukupan gizi anaknya dengan baik. 
 
"Aparat kampung harus memperhatikan masyarakatnya terutama dalam hal kesehatannya," jelasnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore