Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 21.04 WIB

Menengok Sejarah Masjid Raya Sumbar, 12 Tahun Pembangunan dengan Dana Rp 300 Miliar

Ilustrasi Masjid Raya Sumatera Barat. (istimewa) - Image

Ilustrasi Masjid Raya Sumatera Barat. (istimewa)

JawaPos.com – Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) tengah menjadi sorotan usai berkaitan dengan kasus demonstrasi warga Air Bangis yang menolak Proyek Strategi Nasional (PSN) beberapa waktu lalu.

Setidaknya 1.500 warga Air Bangis menyatakan menolak PSN tersebut, dengan menggelar aksi sholawat bersama di Masjid Raya Sumbar. Bersamaan dengan itu, aparat kepolisian juga menyerbu Masjid Raya Sumbar dan menangkap sejumlah warga.

Masjid Raya Sumbar sendiri dibangun di atas lahan seluas 4.430 meter persegi, yang mulai dibangun sejak 2007 hingga rampung pada 2019. Pembangunan selama kurang lebih 12 tahun itu menghabiskan anggaran mencapai Rp 325 – 330 miliar.

Berikut ini sejarah Pembangunan Masjid Raya Sumbar, dirangkum dari berbagai sumber:

Dibangun Selama 12 Tahun

Masjid yang berada di Jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, ini resmi dimulai pembangunannya pada 21 Desember 2007. Bergulir selama 12 tahun, Masjid Raya Sumbar resmi rampung dan dipakai perdana pada 4 Januari 2019.

Memiliki arsitektur bak Rumah Gadang khas Padang, Masjid Raya Sumbar berdiri dengan 3 lantai dan kapasitas jamaah sebanyak 5.000 hingga 6.000 orang. Pembangunan bangunan agama ini memakan waktu lama karena terkendala anggaran dan faktor lain, salah satunya bencana gempa padang pada 2009 silam.

Sayembara untuk Tim Arsitektur Masjid Raya Sumbar

Pembangunan masjid agung provinsi ini dipersiapkan dengan sangat matang, baik dari segi pembangunan maupun filosofi arsitekturnya. Untuk itu, saat rencana pembangunan masjid ini dibuat pada 2006, Pemprov Sumbar mengadakan sayembara untuk mendapatkan tim arsitek yang kondang.

Diketahui, ada sebanyak 323 peserta dari berbagai negara yang ikut dalam sayembara ini, hingga terjaring 71 peserta terbaik. Dikawal oleh juri sayembara, yakni sastrawan Wisran Hadi, arsitek Eko Alvares, dan ulama Syamsul Bahri Khatib, sayembara ini jatuh di tangan arsitek Muslimin, dari PT Urbane Indonesia pimpinan Ridwan Kamil.

Arsitektur Khas Rumah Gadang, Padang

Sebagai masjid raya ikon Sumatera Barat, tak heran bila Masjid Raya Sumbar dibangun dengan arsitektur sangat megah yang dileburkan dengan kearifan lokal ranah Minang, yakni Rumah Gadang.

Arsitektur atas Masjid Raya Sumbar yang meruncing ke atas di empat sudutnya, tampak jelas seperti bangunan rumah gadang. Namun selain itu, rancangan sudut meruncing bak rumah gadang itu juga merujuk pada bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Makkah hendak memindahkan hajar aswad.

Tak hanya itu, awalnya Masjid Raya Sumbar juga dirancang memiliki empat menara di empat sudut tersebut. Namun, karena keterbatasan anggaran, rancangan diubah hanya dengan satu menara saja.

Masjid Raya Sumbar berdri dengan 631 tiang pancang berdiameter 1,7 meter dan kedalaman 7,7 meter. Kontruksi rangkap menggunakan pipa baja. Gaya vertikal beban atap didistribusikan oleh empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua kolom busur bersilang yang mempertemukan kolom beton miring secara diagonal.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore