
APRESIASI: Presiden Tongmyong University Jeong Hong-sub (kiri) dan Tri Rismaharini saat penganugerahan doktor kehormatan bidang arsitektur di Busan, Korsel, kemarin. (Juneka Subaihul Mufid/Jawa Pos)
Peran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam membangun kota mendapat apresiasi dari Tongmyong University, Busan, Korea Selatan. Penghargaan doktor kehormatan bidang arsitektur disematkan kepadanya. Berikut laporan Juneka Subaihul Mufid dari Busan, Korea Selatan.
---
HAMPIR sepanjang waktu Tri Rismaharini duduk di kursi roda selama berkunjung ke Seoul dan Busan, Korea Selatan (Korsel). Kaki kanannya beberapa kali dipegang karena nyeri yang diderita. Saat di kursi roda, Risma juga menghindari jalur yang tidak rata. Sedikit saja kena geronjalan, dia merasakan nyeri.
Begitu pula saat mengunjungi Tongmyong University di Busan kemarin pagi (30/9). Risma mendapatkan gelar doktor kehormatan bidang arsitektur dari kampus yang terkenal di bidang keilmuan teknologi dan informasi itu.
Dengan menggunakan kursi roda, Risma diantar berkeliling di kampus tersebut sebelum menerima penghargaan bergengsi itu. Mulai ruang untuk simulator kapal laut, ruang digital twin untuk pameran teknologi superkomputer dan kamera pengawas 360 derajat, hingga gedung memorabilia pendiri kampus Tongmyong Dekan Kantor Urusan Internasional Tongmyong University Kweon Joong Rak menceritakan bahwa kampus tersebut merupakan universitas pertama bidang teknologi di Korsel yang berdiri pada 1977. Pendirinya adalah Sir Tongmyong Kang Seok-Jin, seorang pengusaha yang pernah jadi orang terkaya di Korsel. Dia mendedikasikan salah satu bagian hidupnya di bidang teknologi, industri, sekaligus edukasi.
Sebelum menuju upacara anugerah doktor kehormatan, Risma berbincang lebih dulu dengan Presiden Tongmyong University Jeong Hong Sub dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Tongmyong Lim Nam Kee, serta Sekjen Tourism Promotion Organization for Asia Pacific Cities Kim Soo-il. Diskusi ringan itu membahas kondisi terkini Surabaya. Setelah berbincang di ruang pertemuan, Risma mengenakan toga hitam dengan aksen garis keemasan di bahu kiri dan kanan. Namun, dia belum mengenakan gordon dan topi toga. Baju itu menutupi kebaya pink yang dikenakan.
Saat masuk ke ruang acara pukul 10.45, Risma masih menggunakan kursi roda. Dia digandeng saat menuju ke atas panggung kehormatan. Namun, Risma bisa berdiri ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mendengarkan lagu kebangsaan Korea Selatan.
Prosesi penganugerahan gelar kehormatan itu dimulai dengan pembacaan riwayat singkat Risma. Setelah itu, Risma diberi gordon dan topi yang melengkapi baju toganya. Semacam ijazah. Lantas, Risma resmi mendapatkan gelar doktor kehormatan bidang arsitektur tersebut. Dia bisa berdiri agak lama saat menerima penghargaan itu. Termasuk ketika sesi foto. Kemudian, dia duduk kembali. Dua anak Risma, Fuad Benardi dan Tantri Gunarni Saptoadji, tidak lepas memandang kondisi ibundanya.
Presiden Tongmyong University Jeong Hong Sub menjelaskan, konsep Risma berbeda dengan birokrat pada umumnya. Dia juga mengutamakan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat. ’’Konsep itu terefleksi dalam beliau mengembangkan urban planning. Bukan hanya fisik, melainkan ada falsafahnya,’’ ujar Joeng sebagaimana diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Kim Soo-il.
Risma mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut sebenarnya ditujukan untuk seluruh warga Surabaya. ’’Ini untuk warga Surabaya sebetulnya. Hanya kan tidak mungkin semua diberi. Nah, simbolnya kan aku. Jadi, akulah yang diberi,’’ ungkapnya.
Di pengujung acara penobatan itu, ada kejutan kecil yang dibuat Risma. Dia bersama pejabat di Pemkot Surabaya naik kembali ke atas panggung setelah menyaksikan tari joget Suroboyo. Masih dengan mengenakan toga lengkap, Risma memegang angklung bersama anak buah dan para penari. Tiga buah lagu dibawakan dalam iringan angklung itu. Yakni, Surabaya oh Surabaya, Rek Ayo Rek, dan Arirang (lagu Korea tentang cinta kasih). Tepuk tangan pun bergema.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
