Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2019 | 23.15 WIB

Mahasiswa Pastikan Tak Melakukan Perusakan Sejumlah Fasilitas Umum

Aksi mahasiswa yang berujung ricuh di kawasan kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/9).(Miftahulhayat/Jawa Pos) - Image

Aksi mahasiswa yang berujung ricuh di kawasan kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/9).(Miftahulhayat/Jawa Pos)

JawaPos.com - Aksi unjuk rasa penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, UU Pemasyarakatan (PAS) dan sejumlah UU kontroversial lainnya berujung pada kerusuhan. Namun itu dinilai bukan dari kelompok mahasiswa yang melakukan aksi pada Selasa (24/9) pagi hingga sore hari.

Koordinator Aksi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fuad mengatakan, bahwa dirinya dengan jelas melihat sejumlah orang yang tidak memakai almamater masuk ke kerumunan mahasiswa yang tengah menyuarakan aspirasinya. Kelompok tidak dikenal tersebut kemudian melakukan provokasi dengan merusak sejumlah fasilitas umum.

"Kalau pembakaran itu memang ada provokasi di situ, karena saya sendiri melihat dengan kepala mata saya kebanyakan mereka yg membakar posko polisi itu mereka yang tidak memakai almamater," kata Fuad kepada JawaPos.com, Rabu (25/9).

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN ini menyebut, kelompok yang tidak memakai almamater mengajak mahasiswa untuk merusak fasilitas umum. Alhasil, mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak pasca aksi di depan Gedung DPR RI.

"Yang mulai memang bukan mahasiswa. Tapi akhirnya mahasiswa lain terprovokasi dan ikut-ikutan," terang Fuad.

Kendati demikian, Fuad tidak mengetahui kelompok provokator itu datang dari mana. Karena mereka tidak mengenakan almamater dan masuk ke kerumunan mahasiswa.

"Kurang tahu, karena beberapa enggak pakai almamater ngotot banget buat membakar itu," ucap Fuad.

Fuad pun dapat memastikan, bahwa yang melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum seperti pos polisi hingga gerbang tol pejompongan hangus terbakar. "Ada (provokator). Karena hasil konsolidasi, kita nyatakan tidak ricuh dan merusak fasilitas. Itu kita pastikan ada provokasi disitu," sesalnya.

Hal ini pun diindahkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini memastikan perusakan sejumlah fasilitas umum bukan dilakukan oleh kelompok mahasiswa.

"Saya beri apresiasi adik-adik mahasiswa yang tadi malam menarik diri ke kampus masing masing dan menyatakan bahwa kerusuhan dan bakar bakar bukan merupakan perbuatan mereka," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Politikus Partai Golkar ini meminta aparat kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku perusakan terhadap sejumlah fasilitas umum. "Saya minta aparat keamanan Polri dan TNI, khususnya Polri untuk mengusut siapa yang bermain di balik kerusuhan bakar pos polisi bakar pos penjagaan di tol dan seterusnya," harap Bamsoet.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore