Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2015 | 03.40 WIB

8 Hal Dasar yang Perlu Diketahui Orang Tua Membimbing Anak

8 Hal Dasar yang Perlu Diketahui Orang Tua Membimbing Anak - Image

8 Hal Dasar yang Perlu Diketahui Orang Tua Membimbing Anak

JawaPos.com - Menjadi orang tua pada abad ke-21 harus bisa multiperan. Karakteristik seorang coach (pelatih) bisa diadaptasi orang tua dalam ilmu parenting. Ada beberapa basic skill yang wajib dimiliki orang tua dalam memandu buah hati menuju keberhasilan.



Seorang pelatih memiliki misi memandu anak didik menjadi juara. Begitu pula orang tua. Mereka mendampingi buah hati dalam segala aspek kehidupannya hingga sang anak tumbuh dan berkembang secara optimal.



Psikolog pendidikan dan anak Elizabeth T. Santosa MPsi merumuskan beberapa karakteristik coaching yang bisa diadaptasi orang tua. Simak checklist-nya berikut.



1. Advisor (penasihat)



Coach berperan sebagai penasihat yang memberikan arahan kepada anak didik untuk mencapai goal. Misalnya, teknik berlatih dan persiapan menjelang kejuaraan. Orang tua bisa berperan memberikan tip dan strategi bagi anak untuk meraih tujuan.

    

2. Coach mengukur kemampuan anak didik dalam sebuah program pelatihan.



Orang tua bisa mengaplikasikan peran asesor itu dengan mengobservasi karakter, bakat, minat, kelebihan, dan kekurangan anak.



3. Advisor, tetapi bisa juga sebagai konselor.



Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, keluh kesahnya. Jadilah pendengar yang baik, lalu berikan beberapa alternatif langkah sehingga anak bisa menentukan pilihannya.

    

4. Coach tidak hanya memberikan instruksi atau perintah, tetapi juga mencontohkan secara langsung.



Nah, dalam parenting, orang tua tidak hanya memberikan instruksi secara verbal, tetapi alangkah baiknya juga melakukannya secara langsung. Anak yang belajar secara visual lebih mudah menyerap informasi dari apa yang dia lihat. Misalnya, ingin anak membuang sampah di tempat sampah dan merapikan mainannya sehabis dipakai, contohkan secara langsung dengan lekas membuang sampah di tempat sampah serta merapikan barang-barang di rumah.

    

5. Coach berperan sebagai sahabat yang selalu ada ketika anak didiknya mengalami kegagalan.



Begitu pula, orang tua bisa menjadi teman untuk buah hati. Ketika si anak beranjak remaja, orang tua bisa memosisikan diri sebagai sahabat tempat anak menumpahkan segala keluh kesahnya. Tapi, orang tua juga tidak bisa selamanya jadi sahabat. Ada kalanya harus melakukan peran lainnya.



6. Coach mengidentifikasi kompetisi yang cocok dan menunjang progres anak didik dengan menyiapkan sarana dan program pelatihan yang tepat.



Orang tua mengidentifikasi tantangan yang realistis untuk anak sesuai kemampuannya. Misalnya, untuk meningkatkan pemahaman terhadap berhitung, anak diberi simulasi tes berhitung. Tidak hanya memberikan banyak les tanpa dipandu.

    

7. Fountain of knowledge.



Anak-anak masa kini adalah anak-anak yang terpapar oleh informasi dari segala sisi. Orang tua tidak boleh kalah. Sebaiknya, mereka tetap bisa mendampingi anak ketika belajar. Kalaupun orang tua tidak lebih advance daripada anak, misalnya ketika belajar topik luar angkasa, dampingi anak untuk bersama-sama mengulik video tentang luar angkasa. Akan lebih baik lagi bila orang tua mau belajar terlebih dahulu sehingga bisa menerangkan kepada anak.



8. Suporter



Pastikan diri sebagai pendukung nomor satu buat anak. Orang tua ada pada saat dia menghadapi momen-momen penting, meyakinkan bahwa anak bisa menghadapi tantangan apa pun. Orang tua harus selalu siap menopang ketika anak merasa cemas dan tertekan. Berikan rasa nyaman, apresiasi, dan kasih sayang tanpa batas. (jawapos)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore