
Haico Van Der Veken dan Pangeran Lantang. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Haico Van Der Veken dan Pangeran Lantang masih ingat betul akan momen yang cukup menguras emosi dan air mata saat menjalani syuting film Nona Manis Sayange yang mengambil lokasi di daerah Labuan Bajo, Nusa Tengara Timur.
Bukan saat menjalani syuting, namun ketika mereka berinteraksi dengan warga setempat yang dinilai ramah bahkan telah banyak membantu mereka untuk kepentingan syuting film yang mereka bintangi.
"Warga di sana sangat menjunjung tradisi, tapi ramah, baik sama kita. Jadinya kita yang harus menyesuaikan diri," kata Pangeran Lantang saat ditemui di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).
Dan yang cukup menguras emosi adalah momen ketika perpisahan yang dibuatkan semacam seremoni. Haico Van Der Veken, Pangeran Lantang, para kru serta masyarakat di sana kompak menangis saat harus berpisah.
"Perpisahan sama orang-orang di sana benar-benar keluar air mata.Semuanya nangis nggak ada yang nggak nangis. Warga, kita, kru pun nangis," ujarnya yang sudah merasakan momen kebersamaan selama hampir satu bulan di Labuan Bajo.
Momen perpisahan itu sangat berkesan bagi Haico dan Pangeran Lantang. Masyarakat di sana juga memberikan persembahan terbaik sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi mereka terhadap artis dan kru yang sudah datang ke sana menjalani syuting film.
"Di Labuan Bajo terkenal sama kopinya. Ada satu kopi yang tidak bisa panen tiap tahun. Sekalinya panen dijualnya mahal banget. Dijualnya Rp 200 ribu- Rp 300 ribu dan kita dikasih kopi itu. Kita juga dikasih gelang saat perpisahan," tutur Pangeran Lantang.
Menurut Haico dan Pangeran Lantang, project film Nona Manis Sayange merupakan project yang sangat solid dan kental sekali nuansa kekeluargaannya.Hal itu yang membuat mereka merasa berat ketika harus berpisah satu sama lain meski proses syuting sudah selesai.
"Ini project yang solid banget. Sedih, senang barengan di sini. Kita dekatnya bukan hanya sama pemain, semua kru kita dekat banget dan kebersamaan itu yang paling memorable," tuturnya.
Haico bersyukur bisa terlibat dalam project ini seperti menemukan keluarga yang baru lagi. Selain itu, dia juga merasakan momen-momen indah dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata selama di Labuan Bajo.
"Aku merasa kerja sambil liburan pas syuting film ini," ujar Haico.
Film Nona Manis Sayange mengangkat cerita tentang uang mahar (belis) dalam pernikahan yang merupakan tradisi di daerah Labuan Bajo. Selain mengangkat budaya dan adat setempat, film ini juga mengekpose sejumlah tempat yang memperlihatkan keindahan Labuan Bajo.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
