Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2023 | 03.05 WIB

Haico Van Der Veken-Pangeran Lantang Menangis Saat Berpisah dengan Masyarakat Labuan Bajo

Haico Van Der Veken dan Pangeran Lantang. (Abdul Rahman/ JawaPos.com) - Image

Haico Van Der Veken dan Pangeran Lantang. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Haico Van Der Veken dan Pangeran Lantang masih ingat betul akan momen yang cukup menguras emosi dan air mata saat menjalani syuting film Nona Manis Sayange yang mengambil lokasi di daerah Labuan Bajo, Nusa Tengara Timur.

Bukan saat menjalani syuting, namun ketika mereka berinteraksi dengan warga setempat yang dinilai ramah bahkan telah banyak membantu mereka untuk kepentingan syuting film yang mereka bintangi.

"Warga di sana sangat menjunjung tradisi, tapi ramah, baik sama kita. Jadinya kita yang harus menyesuaikan diri," kata Pangeran Lantang saat ditemui di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).


Dan yang cukup menguras emosi adalah momen ketika perpisahan yang dibuatkan semacam seremoni. Haico Van Der Veken, Pangeran Lantang, para kru serta masyarakat di sana kompak menangis saat harus berpisah.

"Perpisahan sama orang-orang di sana benar-benar keluar air mata.Semuanya nangis nggak ada yang nggak nangis. Warga, kita, kru pun nangis," ujarnya yang sudah merasakan momen kebersamaan selama hampir satu bulan di Labuan Bajo.

Momen perpisahan itu sangat berkesan bagi Haico dan Pangeran Lantang. Masyarakat di sana juga memberikan persembahan terbaik sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi mereka terhadap artis dan kru yang sudah datang ke sana menjalani syuting film.

"Di Labuan Bajo terkenal sama kopinya. Ada satu kopi yang tidak bisa panen tiap tahun. Sekalinya panen dijualnya mahal banget. Dijualnya Rp 200 ribu- Rp 300 ribu dan kita dikasih kopi itu. Kita juga dikasih gelang saat perpisahan," tutur Pangeran Lantang.


Menurut Haico dan Pangeran Lantang, project film Nona Manis Sayange merupakan project yang sangat solid dan kental sekali nuansa kekeluargaannya.Hal itu yang membuat mereka merasa berat ketika harus berpisah satu sama lain meski proses syuting sudah selesai.

"Ini project yang solid banget. Sedih, senang barengan di sini. Kita dekatnya bukan hanya sama pemain, semua kru kita dekat banget dan kebersamaan itu yang paling memorable," tuturnya.

Haico bersyukur bisa terlibat dalam project ini seperti menemukan keluarga yang baru lagi. Selain itu, dia juga merasakan momen-momen indah dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata selama di Labuan Bajo.

"Aku merasa kerja sambil liburan pas syuting film ini," ujar Haico.

Film Nona Manis Sayange mengangkat cerita tentang uang mahar (belis) dalam pernikahan yang merupakan tradisi di daerah Labuan Bajo. Selain mengangkat budaya dan adat setempat, film ini juga mengekpose sejumlah tempat yang memperlihatkan keindahan Labuan Bajo.

 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore