Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 16.48 WIB

BMKG Ungkap Potensi Bencana Hidrometeorologi saat Musim Kemarau

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat ditemui di kantor BMKG Jogjakarta, Jumat (28/9) malam. - Image

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat ditemui di kantor BMKG Jogjakarta, Jumat (28/9) malam.

JawaPos.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa puncak dampak dari fenomena alam El Nino kemungkinan terjadi pada Agustus hingga September 2023 mendatang. El Nino sendiri merupakan fenomena alam di mana Suhu Muka Laut (SML) memanas di atas kondisi normal. El Nino meningkatkan potensi awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

“Tadi kami bersama Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Bapak Menko, dan beberapa menteri membahas tentang antisipasi dan kesiapan dalam menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi puncaknya akan terjadi di bulan Agustus-September,” kata Dwikorita dalam keterangannya usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, dikutip pada Rabu (19/7).

Menurut Dwikorita, puncak El Nino ini akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan, yang nantinya juga mempengaruhi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Tadi sudah dikoordinasikan antisipasinya, sudah dimulai sejak bulan Februari-April itu sudah berjalan, perlu diperkuat,” lanjutnya.

Selain itu, sebagian wilayah di Indonesia kini telah memasuki musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Penyebabnya, kata dia, cuaca di Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dua samudera yang terdampak El Nino. Ditambah lagi, sebagian wilayah Indonesia topografinya adalah daerah pegunungan atau perbukitan.

“Masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi. Artinya, bukan berarti seluruhnya serempak kering, ada di sela-sela itu yang juga mengalami bencana hidrometeorologi basah,” terangnya.

Untuk itu, BMKG pun mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa menjaga lingkungan, dengan menjaga tata Kelola air, beradaptasi pada pola tanam, dan terus update imbauan dari BMKG.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore