Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juli 2023 | 04.36 WIB

Kenali Gejala Antraks pada Hewan dan Cara Mengatasinya, Jangan Dibedah!

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks. - Image

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks.

JawaPos.com - Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementerian Pertanian Nuryani Zaenuddin menerangkan gejala-gejala yang dialami hewan jika terkena penyakit antraks. Ia mengatakan bahwa antraks rentan menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, kerbau.

Penyakit yang dikenal sebagai penyakit tanah ini disebabkan bakteri yang sudah membentuk spora dan diam di dalam tanah. Ketika tak sengaja dimakan hewan, maka hewan itu akan positif antraks.
 
"Dengan gejala klinis pada hewan demam tinggi, ternak gelisah, kesulitan bernapas, kejang, rebah, dan mati," ujar Nuryani kepada wartawan, Kamis (6/7).
 
 
"Tidak jarang mati mendadak tanpa menunjukkan gejala klinis," imbuhnya.
 
Jika sudah mengetahui bahwa gejala-gejala itu muncul pada hewan ternak yang diurus, ia mengatakan bahwa penanganannya tidak boleh dibedah ataupun dilukai. Melainkan mesti dibakar atau dikubur untuk mencegah penularan.
 
"Saat ini dibedah, spora akan keluar dan masuk ke tanah dan akan melindungi diri hingga puluhan tahun," tandasnya.
 
 
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menjelaskan kronologis penyakit antraks yang menyebabkan tiga orang tewas di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Imran menuturkan, awal kejadian ini adalah saat ada kasus kematian sapi dan kambing milik warga berinisial KR di Gunung Kidul pada 18 Mei lalu. Usai ditemukan mati, warga justru malah menyembelih dan membagikan dagingnya kepada warga untuk dikonsumsi.
 
"Jadi ini yang menjadi salah satu penyebab penyebarannya," kata Imran kepada wartawan, Kamis (6/7).
 
 
Dalam proses penyembelihan sapi yang sudah mati itu, ada seorang warga berinisial WP yang ikut terlibat dan kemudian menjadi pasien yang positif Antraks.
 
"Tanggal 1 Juni WP masuk ke rumah sakit dengan keluhan gatal-gatal, bengkak, dan luka. Waktu diperiksa ada sampel-nya positif spora antraks dari tanah tempat penyembelihan sapi tadi," ungkap Imran.
 
Dua hari berlalu, WP kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Di sana, ia diambil sampel darah dan dinyatakan suspek antraks.
 
"Tanggal 4 Juni WP meninggal," ucap Imran. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore